Pria Merampok Sopir Taksi Online karena Dikira Banyak Duit, Ternyata Cuma Rp100 Ribu

AA pemuda pengangguran 21 tahun di Samarinda akhirnya mendekam dalam penjara, usai merampok sopir taksi online, Masrukhi (57). Motifnya AA terbelit utang cicilan motor dan biaya hidup.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Pria Merampok Sopir Taksi Online karena Dikira Banyak Duit, Ternyata Cuma Rp100 Ribu
Pelaku perampokan sopir taksi online di Samarinda. ©2022 Merdeka.com

AA pemuda pengangguran 21 tahun di Samarinda akhirnya mendekam dalam penjara, usai merampok sopir taksi online, Masrukhi (57). Motifnya AA terbelit utang cicilan motor dan biaya hidup.

AA ditangkap warga di sekitar lokasi kejadian Jalan Kahoi 8 dan diserahkan ke Polsek Sungai Kunjang. Belakangan dia memang berencana melakukan perampokan, berbekal pisau yang dia bawa dari rumah.

"Sasarannya sopir taksi online. Karena dia mengira punya banyak uang. Padahal uang korban hanya Rp 100 ribu," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ari Fadli di Polsek Sungai Kunjang Jalan Jakarta, Selasa (24/5).

Dalam aksinya, AA menodongkan pisau di leher korban. Korban yang berontak melawan pelaku, akhirnya terluka di leher, bahu dan tangannya.

"Dia melakukan itu untuk mendapatkan uang korban. Tidak, dia (pelaku AA) tidak berkeinginan mengambil mobil korban," terang Ari.

Dari catatan kepolisian, AA bukan residivis atau orang yang pernah menjalani hukuman penjara dari putusan pengadilan.

"Tersangka bukan residivis. Alasannya karena tidak ada pekerjaan dan terlilit utang. Sehingga diambil jalan pintas dengan melakukan itu," terang Ari.

AA ditetapkan tersangka dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Kepolisian mengamankan barang bukti dari korban berupa mobil dan pakaian korban. Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti motor, HP, dan dua pisau.

Rekomendasi