Ponton Muat 1.600 Matriks Ton Rangka Baja Tersangkut di Kolong Jembatan di Kukar

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II A Samarinda Capt Slamet Isyadi mengatakan, ponton yang membawa 1.600 matriks ton itu ditarik tugboat Valdo-III berlayar dari Marunda tujuan Bayan Resources.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Ponton Muat 1.600 Matriks Ton Rangka Baja Tersangkut di Kolong Jembatan di Kukar
Ponton Muat 1.600 Matriks Ton Rangka Baja. ©2022 Merdeka.com

Ponton bermuatan 1.600 matriks ton rangka baja conveyor menabrak dan tersangkut di kolong Jembatan Martadipura, di Desa Liang kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ponton tersangkut lebih kurang 7 jam.

Peristiwa itu terjadi pukul 10.00 WITA pagi tadi. Ponton diketahui berlayar dari Samarinda mengarah ke hulu Kutai Kartanegara. Kebetulan saat itu, sungai Mahakam sedang pasang tinggi.

Saat melintas di bawah jembatan, bagian rangka baja Conveyor tersangkut di bagian bawah badan jembatan. Ponton kemudian tidak dapat bergerak.

"Dari posisinya sepertinya penataan muatan pada tongkang (ponton) tidak tepat. Sehingga ada yang tersangkut," kata Plt Kabid ASDP Dishub Kutai Kartanegara Muhammad Fatwa dihubungi wartawan dari Samarinda, Jumat (8/4).

Pihak perusahaan yang memuat rangka baja itu bekerja keras agar ponton dapat lolos melewati jembatan. Caranya, dengan memotong bagian rangka baja yang tersangkut.

"Sore ini tadi sekitar jam 16.40 sudah berhasil lewat (lolos). Tadi jembatan sempat ditutup sementara selagi pekerjaan di bawah jembatan. Khawatir ada material yang jatuh, jadinya ditutup sementara," ujar Fatwa.

Menurut Fatwa, kondisi sungai tadi memang sedang pasang tinggi. "Kita sudah sering peringatkan agar mereka yang mau lewat bawah jembatan perhatikan ketinggian air dan muatan," tambah Fatwa.

"Kejadian ini masyarakat tahunya Dinas Perhubungan Kukar. Kami tidak ada kewenangan penindakan. Kewenangan keselamatan lalu lintas di perairan wewenang KSOP Samarinda. Kami sudah koordinasikan ke KSOP," jelas Fatwa.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II A Samarinda Capt Slamet Isyadi mengatakan, ponton yang membawa 1.600 matriks ton itu ditarik tugboat Valdo-III berlayar dari Marunda tujuan Bayan Resources.

"Tadi direncanakan melakukan pemotongan bagian muatan yang tersangkut badan jembatan. Kita koordinasikan dengan Dishub Kukar dan Dinas PUPR Kukar," kata Slamet.

Meski sudah berhasil lolos dari kolong jembatan, ponton itu tidak lantas berlayar begitu saja. Pihak terkait sementara menunda pelayarannya terkait pertanggungjawaban kejadian itu.

Rekomendasi