60 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal di Tasikmalaya Belum Divaksinasi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan bahwa kasus kematian akibat Covid-19 hampir terjadi setiap hari. Hingga akhir pekan kemarin, dalam sehari ada satu kasus kematian.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
60 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal di Tasikmalaya Belum Divaksinasi
Lahan pemakaman khusus Covid-19 di TPU Rorotan. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Kasus warga yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia di Kota Tasikmalaya masih terjadi. Dari seluruh pasien yang meninggal dunia, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyebut bahwa 60 persennya diketahui belum divaksinasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan bahwa kasus kematian akibat Covid-19 hampir terjadi setiap hari. Hingga akhir pekan kemarin, dalam sehari ada satu kasus kematian.

"Memang setiap hari hampir selalu ada kasus kematian akibat Covid-19," kata Asep, Selasa (8/3).

Berdasarkan data terakhir hingga pekan kemarin, diungkapkan Asep, terdapat 30 kasus kematian pasien Covid-19 sejak Januari 2022. Dari jumlah kasus kematian tersebut, tiga yang meninggal diketahui masih bayi.

“Bayi yang meninggal akibat Covid-19 memang saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah parah. Secara umum, 60 persen yang meninggal itu belum divaksinasi sama sekali, dan tiga bayi itu belum masuk sasaran vaksinasi karena masih bayi,” ungkapnya.

Meski begitu, Asep menyatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya tidak separah saat varian delta yang terjadi tahun sebelumnya. Namun walau demikian, hal tersebut tidak menjadikan kasus kematian akibat Covid-19 menjadi tidak ada.

“Kasus kematian tetap ada, tetapi angkanya tidak sebanyak saat lonjakan kasus varian delta. Mayoritas yang meninggal saat ini adalah yang belum divaksin dan memiliki komorbid," tutupnya.

Rekomendasi