Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku menilai alokasi dana dari Pemerintah Provinsi Maluku pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp6,5 miliar belum memadai. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya operasional makan dan minum bagi para siswa SMA Siwalima Ambon yang tergabung dalam Program Garuda Transformasi. Kondisi ini mendorong harapan agar ada penambahan anggaran signifikan pada APBD 2026 mendatang.
Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Saoda Tethol, menyatakan bahwa jumlah siswa di SMA Siwalima saat ini telah mencapai 470 orang, meliputi kelas X hingga kelas XII. Dengan sistem pendidikan berasrama, kebutuhan operasional sekolah menjadi lebih besar, terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa setiap hari. Oleh karena itu, dukungan dana dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk tahun anggaran 2026.
Pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi sangat krusial mengingat SMA Siwalima kini telah masuk dalam Program Garuda Transformasi. Program ini menjadikannya sebagai salah satu sekolah unggulan nasional yang memiliki peran strategis. SMA Siwalima berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, serta membuka peluang bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas terbaik di dunia.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Pembiayaan Operasional Sekolah Unggulan
Alokasi anggaran sebesar Rp6,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Maluku untuk biaya operasional makan dan minum siswa pada APBD 2025 dinilai belum mencukupi. Dengan 470 siswa yang tinggal di asrama, kebutuhan makan pagi, siang, dan malam menjadi sangat besar. Anggaran yang ada belum mampu menanggung seluruh kebutuhan dasar tersebut secara optimal.
Sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di SMA Siwalima Ambon secara langsung meningkatkan beban operasional sekolah. Setiap siswa memerlukan perhatian penuh terhadap kebutuhan harian mereka, yang mencakup nutrisi dan fasilitas penunjang. Hal ini menjadikan kebutuhan dana operasional lebih tinggi dibandingkan sekolah reguler tanpa asrama.
Komisi IV DPRD Maluku telah mengundang berbagai pihak terkait untuk membahas kebutuhan pembiayaan ini, khususnya untuk makan siang siswa. Pembahasan ini menjadi mendesak mengingat akan memasuki tahun ajaran baru, yang berarti jumlah siswa juga akan bertambah. Penambahan siswa tentu akan memperbesar kebutuhan anggaran yang sudah defisit saat ini.
Advertisement
Advertisement
Urgensi Dukungan Dana Berkelanjutan
DPRD Maluku terus mendorong Pemerintah Provinsi Maluku dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi pembiayaan yang berkelanjutan. Solusi ini penting guna memastikan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan siswa tetap terjaga. Terlebih lagi, SMA Siwalima tengah mengembangkan diri sebagai bagian dari Program Garuda Transformasi.
Dukungan tambahan anggaran diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kepada seluruh siswa. Tanpa dukungan finansial yang memadai, potensi sekolah untuk mencetak lulusan berkualitas dapat terhambat. Kualitas pendidikan yang optimal membutuhkan ketersediaan fasilitas dan dukungan operasional yang stabil.
Peran strategis SMA Siwalima dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di Maluku tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, investasi dalam bentuk anggaran yang cukup merupakan langkah vital. Hal ini untuk memastikan sekolah dapat terus beroperasi secara efektif dan mencapai tujuan mulianya.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Fasilitas dan Daya Saing Global
Selain aspek operasional, peningkatan fasilitas dan dukungan sarana pendidikan juga perlu menjadi perhatian serius. DPRD Maluku menilai hal ini krusial agar SMA Siwalima mampu mempertahankan statusnya sebagai sekolah unggulan. Peningkatan fasilitas akan mendukung lingkungan belajar yang kondusif dan modern.
Fasilitas yang memadai tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk bersaing. Lulusan SMA Siwalima diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kualitas infrastruktur pendidikan memiliki dampak langsung pada capaian akademik siswa.
Pengembangan sekolah sebagai bagian dari Program Garuda Transformasi menuntut standar yang tinggi dalam segala aspek. Oleh karena itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan. Ini termasuk dalam hal pembiayaan dan penyediaan sarana prasarana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews