Dokter Meninggal karena DBD, Viktor Laiskodat Sebut Telat Perawatan

Agnes Kristie Supangkat, seorang dokter jaga UGD di RSK Lindimara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD). Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut dokter tersebut terlambat mendapat perawatan medis.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Dokter Meninggal karena DBD, Viktor Laiskodat Sebut Telat Perawatan
Gubernur NTT Viktor Laiskodat. ©2021 Merdeka.com/Ananias Petrus

Agnes Kristie Supangkat, seorang dokter jaga UGD di RSK Lindimara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD). Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut dokter tersebut terlambat mendapat perawatan medis.

"Ini karena telat perawatan, beliau itu datang ke rumah sakit HB-nya sudah di bawah. Itu menyebabkan dia tidak sempat tertolong. Itu karena keterlambatan saja sebenarnya," kata Viktor Bungtilu Laiskodat, Sabtu (5/3).

Viktor mengimbau masyarakat untuk cegah DBD di lingkungannya masing-masing, dengan cara menguras, menutup dan mengubur (3M).

"Kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungannya masing-masing. Saya juga meminta teman-teman para bupati untuk menggerakkan masyarakatnya cegah DBD, sehingga tidak ada kematian," ujarnya.

Sebelumnya, Agnes Kristie Supangkat meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha Waingapu, Selasa (1/3) lalu.

Dengan meninggalnya dokter tersebut, maka jumlah warga Sumba Timur yang meninggal akibat DBD, terhitung dari Januari-Maret 2022 ada dua orang.

Rekomendasi