Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Kota Depok, Jawa Barat, Andrea Kartika Suryadharma mengatakan virus Covid-19 dapat merusak dan mempengaruhi fungsi jantung penyintas melalui beberapa mekanisme, salah satunya adalah melalui receptor ACE-2 yang terdapat pada berbagai macam organ, salah satunya jantung.
Menurut Andrea, menjaga kewaspadaan diri melalui protokol kesehatan secara berkelanjutan menjadi penting bagi para penyintas Covid-19.
Dia menyarankan agar penyintas segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami gejala seperti rasa tidak nyaman di dada yang sangat mungkin menjalar ke lengan, punggung, terutama jika disertai dengan sesak napas. Merasa mudah lelah, detak jantung yang tidak teratur bahkan keringat dingin.
"Sangat disarankan agar berkonsultasi kepada dokter spesialis yang sebelumnya pernah menangani anda saat terpapar Covid sebelumnya, terutama jika terdapat gejala yang sudah disebutkan dan memiliki komorbid sebelumnya," kata Andrea dalam webinar 'Serangan Jantung Pada Penyintas Covid-19', seperti dalam keterangan tertulis, Jumat (4/3).
Dokter yang praktik di salah satu rumah sakit di Kota Depok ini menjelaskan, bahwa
terapi dan pengobatan, khususnya pada gangguan kesehatan jantung bagi para penyintas Covid-19 tergantung entitas penyakit awalannya dan kasus yang dialami.
Selain itu, upaya yang bisa dilakukan adalah menjaga pola hidup sehat, dan memperbaiki faktor yang ada dapat mengurangi risiko.
Andrea menjelaskan, receptor ACE-2 menjadi 'memediasi' virus sehingga dapat memasuki ke dalam sel. Infeksi virus corona mampu merusak sel jantung secara langsung dan juga dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) lebih lanjut, terutama saat terjadi respon imun berlebih atau yang sering disebut dengan badai sitokin.
Hal ini mengakibatkan kerusakan pada sel-sel pembuluh darah (disfungsi endotel), berpotensi mengganggu stabilitas plak aterosklerotik, dan juga mencetuskan kondisi hiperkoagulabilitas pada darah.
"Gangguan ini sangat mungkin muncul dengan berbagai macam 'manifestasi' yang berbeda, namun tidak semua penyintas Covid yang akan mengalami. Berdasarkan data studi kasus, ada tidak ada pola khusus yang dapat memprediksi komplikasi gangguan jantung pada penyintas Covid," ungkap.