Pelapak daging sapi segar di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, masih melakukan aksi mogok berjualan. Diperkirakan para pedagang di kota itu, mogok berdagang 4 Maret mendatang.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Ghazali Ahmad mengakui, tidak ada pedagang yang berjualan daging sapi di pasar-pasar tradisional dan modern BSD dan Bintaro.
"Hasil monitoring kami, hanya ada satu lapak di pasar Jengkol yang berjualan. Di pasar-pasar lain penjual daging tidak berjualan. Di pasar Jengkol pun dari tiga pedagang hanya satu, dua lainnya libur," terang Ghazali Ahmad, Kabid PKTN Disperindag Tangsel, Selasa (1/3).
Pengelola pasar Serpong, Alit Mintarya mengakui aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang daging di pasar itu, berdampak pada usaha lain seperti penggilingan daging dan usaha bakso di sekitar Serpong dan Cisauk.
Menurutnya, ada sekitar 40 pelapak daging di pasar Serpong, yang saat ini memilih tidak berjualan sebagai bentuk protes pedagang dan solidaritas kepada usaha RPH.
"Sebenarnya mereka sudah ingin berjualan tapi dari RPH juga engga melakukan pemotongan, engga ada dagingnya. Dan bentuk solidaritas mereka juga. Tapi usaha penggilingan masih buka, kan bisa giling ikan atau ayam," jelas Alit.
Dia menerangkan, para pedagang daging segar lebih memilih mogok berjualan, sebab kenaikkan harga yang fantastis hingga Rp140.000an per kilo dari sebelumnya dijual seharga Rp110 sampai Rp120.000 per kilo.
"Terakhirkan mereka jual Rp110 -120.000 sekarang kalau mereka harus menjual sampai Rp140.000 kan bingung. Mudah-mudahan segera ada solusi," katanya.