Kemendikbudristek memiliki program unggulan bernama Magang Kampus Merdeka. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja di industri dan mengembangkan hard skill serta softskill. Mahasiswa diharapkan bisa lebih siap dalam memasuki dunia kerja dan merintis karirnya.
Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam mengungkapkan, tahun lalu terdapat 300 ribu mahasiswa yang datang dari 2.100 perguruan tinggi dari seluruh wilayah Indonesia yang mendaftar dalam program tersebut, tahun 2022 tersedia kuota untuk 50 ribu mahasiswa dengan pembukaan pendaftaran terdiri dari dua gelombang yakni Januari-Juni dan Juli-Desember 2022.
"Kami harap, ini dapat menjadi inspirasi untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan kerja terbaik bagi generasi muda dan memberikan mereka bekal berharga untuk meniti karier, termasuk dalam berprofesi di bidang teknologi," ujar Prof Nizam, Kamis (17/2).
Dia mengatakan Program Magang Kampus Merdeka bekerja sama dengan mitra-mitra perusahaan terkemuka yang berfokus pada transformasi digital, agar para mahasiswa bisa mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengikuti program ini, termasuk dalam menambah bekalnya menjadi talenta digital yang berdaya saing utamanya dalam mengisi kebutuhan 600.000 talenta digital Indonesia per tahunnya.
"Kami mengapresiasi komitmen Blibli dalam menjalankan upaya yang luar biasa sebagai salah satu mitra Program Magang Kampus Merdeka. Kami harap, ini dapat menjadi inspirasi bagi mitra-mitra lainnya untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan kerja yang diharapkan generasi muda," jelas dia.
Executive Vice President of People Operation & General Services Blibli, Sandra Kumalasari mengapresiasi penghargaan dari Kemendikbudristek sebagai 'Best Mentoring Partner Program Magang Kampus Merdeka Batch 1'.
"Apresiasi ini menjadi motivasi bagi Blibli untuk terus memperkuat kemampuan dalam membentuk lebih banyak talenta digital berkualitas di Indonesia secara berkelanjutan yang mampu mendorong kemajuan bangsa, khususnya memaksimalkan potensi negeri sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara," jelas Sandra.