Pemprov Sumut Pertimbangkan Aktifkan Pos Penyekatan Jika Penularan Covid-19 Meningkat

Anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Restuti Saragaih mengatakan, Pemprov Sumut akan memberlakukan penyekatan apabila kasus Covid-19 terus meningkat dalam dua pekan ke depan.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Pemprov Sumut Pertimbangkan Aktifkan Pos Penyekatan Jika Penularan Covid-19 Meningkat
Penyekatan Jalan di Bandung. ©2022 jabarprov.go.id/Merdeka.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih mempertimbangkan kebijakan untuk mengaktifkan pos penyekatan di setiap wilayah perlintasan dan perbatasan. Penyekatan ini dalam rangka menekan laju penularan Covid-19 varian Omicron.

Anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Restuti Saragaih mengatakan, Pemprov Sumut akan memberlakukan penyekatan apabila kasus Covid-19 terus meningkat dalam dua pekan ke depan.

"Kalau kondisinya tidak baik setelah Operasi Yustisi, artinya mungkin masyarakat agak susah (penerapan prokes-red), maka mungkin akan diambil langkah penyekatan," katanya di Medan, Senin (14/2).

Dia mengungkapkan, saat ini Pemprov Sumut masih mengedepankan penerapan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi Covid-19, dalam upaya mengantisipasi penyebaran varian Omicron.

Percepatan vaksinasi Covid-19 tersebut diprioritaskan kepada kelompok lanjut usai dan kelompok rentan lainnya, mengingat varian tersebut dinilai lebih cepat terjadi penularan.

“Untuk lansia yang terpapar Omicron ada lima atau enam orang, tetapi kondisinya bagus," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, kasus Covid-19 di provinsi tersebut mengalami penambahan sebanyak 825 orang per 13 Februari 2022, sehingga jumlah akumulasi menjadi 111.982 kasus.

Sementara untuk kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian B.1.1.529 atau Omicron di daerah itu hingga saat ini berjumlah 28 kasus.

Rekomendasi