Pemerintah Provinsi Bali menerima bantuan 11.309 vaksin Sinopharm untuk penyandang disabilitas dari pemerintah pusat. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Putri Suastini Koster berharap agar proses vaksinasi dikebut, hingga dosis kedua selesai pada akhir September 2021.
"Sekarang sudah pertengahan bulan Agustus, mari kita kebut vaksinasi ini dengan bekerja fokus, lurus dan tulus, sehingga target akhir September bisa tercapai untuk dosis kedua," kata Putri kepada wartawan, Rabu (18/8).
Hal tersebut menurut Putri, sekaligus mengejar agar vaksinasi bisa selesai sebelum tanggal kedaluwarsa vaksin Sinopharm di awal Oktober 2021.
"Kita gerak cepat, hari ini kita membuat WA grup, kemudian saya minta akhir Agustus data penyandang disabilitas penerima vaksin sudah rampung, sehingga awal september kita bisa suntikkan dosis pertama dan akhir September dosis kedua," imbuhnya.
Dia juga menyampaikan, vaksinasi bagi penyandang disabilitas bisa sekaligus dengan penyerahan bantuan beras. Karena menurutnya, banyak penyandang disabilitas yang sangat memerlukan bantuan.
"Jadi setelah vaksin mereka mendapat oleh-oleh beras, ini bisa menarik animo mereka untuk divaksin," terangnya.
Sementara, Staf khusus Presiden yakni Susilo menyampaikan, vaksin Sinopharm tersebut merupakan hibah dari Raja Uni Emirat Arab kepada Presiden Joko Widodo yang akan didistribusikan kepada difabel, khususnya bagi yang berada di zona merah.
Menurutnya, total vaksin yang dihibahkan sebesar 225.006, dan Bali mendapatkan sekitar 11.309 vaksin. Vaksin tersebut akan disebar di sekitar 120 Puskesmas di Bali.
"Target penyandang disabilitas mendapatkan dua dosis vaksin, sehingga sekitar 5.600 penyandang disabilitas di Bali akan mendapatkan hibah vaksin tersebut," ungkapnya.