Menlu Dorong Diaspora Bangun Ketahanan Kesehatan Indonesia di Tengah Pandemi

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyampaikan pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi Indonesia menjadi bangsa mandiri dalam ketahanan kesehatan dan situasi-situasi darurat. Dia meyakini, Indonesia mampu membuat vaksin Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Menlu Dorong Diaspora Bangun Ketahanan Kesehatan Indonesia di Tengah Pandemi
Konpers Menlu Retno. ©2016 Merdeka.com

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyampaikan pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi Indonesia menjadi bangsa mandiri dalam ketahanan kesehatan dan situasi-situasi darurat. Dia meyakini, Indonesia mampu membuat vaksin Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Indonesia, kata Retno, mampu menciptakan vaksin polio. Sehingga tidak perlu lagi melakukan impor untuk mendapat vaksin polio.

"Ke depannya kita harus mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan berbagai macam teknologi dan juga vaksin bagi penyakit-penyakit menular lainnya," kata Retno dalam kongres Diaspora, Sabtu (14/8).

Retno menuturkan, untuk menjadi negara berketahanan kesehatan dan situasi darurat lainnya, diperlukan sinergitas antar lembaga dan lapisan masyarakat.

Dia pun mendorong agar sinergi lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri farmasi harus terus ditingkatkan untuk mempersiapkan negara menghadapi situasi darurat seperti.

Kolaborasi menjadi penting untuk membangun kemandirian lantaran negara tidak akan mampu menopang kebutuhan warga tanpa dukungan seluruh masyarakat.

Selama pandemi, Retno menilai kontribusi semua pihak, termasuk diaspora, berjalan sangat baik. Dan hal itu sangat membantu negara membangun ketahanan kesehatan.

"Potensi ini harus kita satukan untuk sekali lagi membangun kemandirian kesehatan bangsa Indonesia," kata dia.

Membangun ketahanan negara dalam menghadapi kondisi krisis tidak berarti mengesampingkan solidaritas negara-negara lain.

Retno berujar, meski Indonesia mengalami kondisi sangat sulit dalam menghadapi pandemi Covid-19, Membangun solidaritas dan persatuan bangsa dalam menghadapi pandemi ini

"Diplomasi kita juga secara konsisten menyuarakan akses yang setara terhadap vaksin bagi semua negara di dunia ini," tandasnya.

Rekomendasi