Ditangkap, Pembunuh Satu Keluarga di Sintang Kalbar Ngaku Sakit Hati Dihina Korban

Dendam dan aksi pembunuhan ini berawal pada Senin (2/8) lalu, saat pria tersebut pergi ke rumah korban karena ingin meminjam uang sebesar Rp5 juta.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Ditangkap, Pembunuh Satu Keluarga di Sintang Kalbar Ngaku Sakit Hati Dihina Korban
Pria di Sintang Nekat Habisi Nyawa Satu Keluarga Pakai Parang. ©2021 Merdeka.com

Polres Sintang telah mengamankan seorang warga Dusun Laman Natai Desa Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian. Pria tersebut diketahui berinisial RA (27).

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Hoerrudin mengatakan, pria tersebut ditangkap karena diduga telah melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga di yang jenazahnya ditemukan di Kebun Sawit blok 4 ZZAB, Dusun Laman Natai, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian.

"Untuk identitas Korban sendiri yaitu Turyati (Istri), Sugiono (Suami) dan Afsya Amila Putri (Cucu) yang beberapa hari lalu ketiga jenazahnya sudah ditemukan," kata Hoerrudin kepada wartawan, Jumat (6/8).

Ia menjelaskan, pria tersebut nekat melakukan aksi kejinya itu lantaran memiliki dendam usai dihina oleh korban yang dalam hal ini dilakukan oleh Turyati.

Dendam dan aksi pembunuhan ini berawal pada Senin (2/8) lalu, saat pria tersebut pergi ke rumah korban karena ingin meminjam uang sebesar Rp5 juta.

"Bukannya mendapat pinjaman, pelaku malah mendapat jawaban kasar serta beberapa kalimat yang menyinggung perasaannya dari si korban," jelasnya.

Keesokan harinya, Sugiono bersama dengan Afsya Amila pergi ke rumah terduga pelaku karena ingin mengajaknya pergi ke Sintang untuk menemui Turyati yang pernah ia ingin pinjam uangnya itu.

"Saat itu niatnya baik ingin membantu pelaku untuk meminjam uang kepada Turyati yang saat itu pernah menolak untuk memberikan pinjaman uang," ujarnya.

Sesampainya di rumah RA, ternyata ia sedang dalam keadaan sakit. Karena, saat itu terduga pelaku juga meminjam uang kepada Sugiono sebesar Rp200.000, sekaligus meminta diantarkan ke mantri.

Namun, sebelum berangkat pelaku lebih dulu mengambil parang miliknya dan ia selipkan di dalam celananya tanpa sepengetahuan Sugiono.

"Setiba di rumah mantri yang saat itu rumahnya sedang tutup, pelaku meminta Sugiono untuk mengantarkan dirinya ke rumah adik iparnya. Dimana dalam perjalanan di lahan sawit blok 4 ZZAB, pelaku mengeluarkan parangnya kemudian menghabisi korban yaitu Sugiono dan Afsya Amila Putri dengan cara dibacok," ungkapnya.

Usai menghabisi nyawa keduanya, RA pun langsung membawa sepeda motor milik korban dan menjemput Turyati. Saat itu, ia berbohong jika cucunya yakni Afsya Amila menangis dan meminta dijemput.

"Berhasil dibawa, pelaku pun membonceng Turyati ke ke blok 4 ZZAB yang tak jauh dari TKP pembunuhan pertama dan kemudian menghabisinya," paparnya.

Usai melakukan aksinya itu, RA pun mengembalikan motornya ke rumah korban. Dalam perjalanan ia membuang barang bukti berupa sebilah parang ke semak-semak.

"Pelaku yang saat itu telah selesai melancarkan aksinya, kembali langsung ke rumah sambil memantau situasi di sekitar rumahnya," ucapnya.

Untuk terduga pelaku sendiri ditangkap pada Jumat (6/8), dan kini RA beserta barang bukti telah diamankan oleh pihaknya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Dari hasil penyelidikan pelaku mengakui seluruh perbuatan yang dilakukannya lantaran dendam akibat dikatakan miskin serta beberapa kalimat hinaan lainnya," jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi awal, pria tersebut melakukan aksi kejinya itu hanya seorang diri atau tanpa adanya bantuan dari orang lain.

"Kasus ini masih kita dalami guna melihat apakah yang dilakukan oleh pelaku termasuk pembunuhan berencana atau tidak," tutupnya.

Rekomendasi