Sedikitnya 500 dari puluhan ribu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso Mojo, Kabupaten Kediri menjalani vaksinasi Covid-19, Senin (28/6). Kegiatan vaksinasi diikuti dengan program respons vaksinasi Polri 1 Juta dosis menjelang Hari Bhayangkara ke-75 yang digelar Polres Kediri Kota.
Vaksinasi dipusatakan di pesantren yang didirikan oleh KH Djazuli Ustman, tepatnya di Gedung Nasrul Ummah Ponpes Al Falah di Desa Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.
Pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi dua gelombang, gelombang pertama untuk santri putra dan gelombang kedua untuk santri putri.
"Hari ini total ada 500 santri, yakni 250 santriwati dan 250 santriwan yang telah divaksin tahap pertama. Kami atas nama Ponpes Al Falah mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi yang telah memprioritaskan kami," kata Pengasuh Ponpes Al Falah KH Abdur Rohman Al Kautsar kepada merdeka.com.
Gus Kautsar panggilan akrab KH Abdur Rohman Al Kautsar menambahkan, pihaknya telah meminta kepada Kapolres Kediri Kota untuk penambahan jatah vaksin untuk santri, mengingat jumlah santri mencapai puluhan ribu.
"Karena santri di Ponpes Al Falah ini jumlahnya banyak, maka tadi kami disarankan oleh Kapolres Kediri Kota untuk mendapatkan vaksin secara bergelombang ke RS Bhayangkara Kediri. Langkah ini kami anggap sebagai ihtiar dan permohonan kepada Allah agar dijauhkan dari Covid-19. Apalagi varian baru varian Delta telah mulai menyebar," tambahnya.
Seperti diketahui di Kota dan Kabupaten Kediri ada ratusan pesantren dengan santri yang berjumlah ratusan ribu.
Sementara di Kota Kediri langkah antisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 yang naik secara signifikan, adalah memusatkan tempat isolasi mandiri di PSDKU Politeknik Kediri Jl Mayor Bismo Kota Kediri.
Rapat koordinasi diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta kepala dinas kesehatan, pimpinan rumah sakit dan puskesmas di Kota Kediri secara virtual, yang dipusatkan di Command Center Pemkot Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan bersama fasilitas kesehatan di Kota Kediri dalam upaya menekan angka Covid-19. Selanjutnya, melihat tren kasus Covid-19 di Kota Kediri yang saat ini sedang mengalami kenaikan signifikan, Wali Kota Kediri mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan bersama-sama. Mulai dari penambahan kapasitas tempat tidur, hingga melakukan tracing.
"Tim kami dari Dinkes saat ini juga melakukan tracing besar-besaran baik di perkantoran, masyarakat maupun instansi samping. Saya mohon seluruh rumah sakit untuk segera bertindak sembari nanti kita akan mempercepat vaksinasi juga. Saya juga minta pada Pak Kapolres dan Pak Dandim operasi-operasi yang ada di Kota Kediri lebih diketati," pinta Abu Bakar.
Dengan penambahan kasus yang signifikan tersebut, Pemerintah Kota Kediri sudah merencakan untuk menyediakan tempat isolasi mandiri yang akan dipusatkan di PSDKU Politeknik Kediri yang berada di wilayah Semampir.
"Untuk isolasi mandiri terpusat, tadi sudah saya putuskan bersama Forkopimda karena mungkin tempat isolasi di rumah yang tidak sempurna, maka akan kita letakkan di Poltek Kediri yaitu di Semampir. Yang di kelurahan-kelurahan nanti mungkin akan ditarik bed-nya dan akan kita geser ke Poltek sehingga kita bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat salah satunya dengan ketersediaan tempat," ujarnya.