KPU Tangsel Bantah Tutupi Soal Ketua Positif Covid Demi Partisipasi Pemilih Tinggi

Dia menegaskan, tudingan untuk menutupi atau menyembunyikan kabar sakitnya almarhum tidak berdasar. Selain itu, KPU mengaku berkomitmen menyelenggarakan Pilkada yang aman, damai dan sehat.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
KPU Tangsel Bantah Tutupi Soal Ketua Positif Covid Demi Partisipasi Pemilih Tinggi
Ilustrasi virus corona. ©Reuters

KPU Kota Tangerang Selatan menyangkal tudingan bahwa lembaganya, sengaja menyembunyikan atau menutup -nutupi informasi ketua KPU almarhum Bambang Dwitoro positif Covid-19. Demi partisipasi pemilih Tangsel, agar tetap tinggi.

"Tidak benar bila disambungkan seperti itu. Kami juga sebagai pelaksana Pilkada, lebih mementingkan keselamatan masyarakat dibandingkan pencoblosan ataupun partisipan," ungkap Pelaksana harian (Plh) Ketua KPU Tangsel, M Taufik MZ dikonfirmasi, Senin (14/12).

Dia menegaskan, tudingan untuk menutupi atau menyembunyikan kabar sakitnya almarhum tidak berdasar. Selain itu, KPU mengaku berkomitmen menyelenggarakan Pilkada yang aman, damai dan sehat.

Dia menerangkan, awal kejadian almarhum ketua KPU terkonfirmasi Covid -19 pada (8/12/2020) sekitar pukul 18.30 WIB almarhum Bambang Dwitoro menghubungi para komisioner KPU Tangsel, untuk memberitahu hasil swabnya positif Covid-19.

Saat itu yang terpikirkan oleh komisioner KPU Tangsel adalah, berkoordinasi dengan gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kota Tangsel, serta KPU RI.

"Hanya tidak terpikirkan (publish ke publik). Kami lalu berkoordinasi dengan petugas TPPS, apakah logistik sampai dengan baik, persiapan protokol kesehatan di tiap TPS berjalan sesuai aturan, tidak ada kekurangan, agar proses pencoblosan berjalan dengan baik," ucap dia

Para komisioner KPU pun tetap memberi semangat kepada almarhum Bambang yang saat itu masih dalam kondisi stabil, untuk fokus terhadap kondisi kesehatannya. Sementara proses pencoblosan diurus oleh komisioner yang lain.

Hingga akhirnya, pada tanggal 10 Desember atau sehari pasca-pencoblosan, komisioner baru mendapat kabar almarhum dalam kondisi kritis dan harus dipasang ventilator. Dan pada 12 Desember atau Minggu dini hari, Bambang Dwitoro meninggal dunia.

Rekomendasi