Stephen Hawking' Penyemangat Ichsan Ikut UTBK Kejar Mimpi jadi Ilmuwan

Sebagai seorang penyandang disabilitas daksa, Ichsan memiliki motivasi lebih untuk menjadi ilmuwan di bidang teknologi informasi.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Stephen Hawking' Penyemangat Ichsan Ikut UTBK Kejar Mimpi jadi Ilmuwan
Muhammad Hijriyatul Ihcsan, difabel peserta UTBK bersama sang bunda (baju merah). ©2020 Merdeka.com

Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat seorang Muhammad Hijriyatul Ichsan untuk menjadi seorang ilmuwan. Bersama rekan-rekannya, Ichsan, sapaan akrabnya, ikut bersaing dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang digelar di kampus Universitas Jember (Unej).

"Stephen Hawking salah satu tokoh yang telah menginspirasi saya. Walaupun dia seorang disabilitas namun memiliki pemikiran yang sangat cemerlang. Saya sering membaca kisahnya untuk memantabkan tekad saya menjadi seorang ilmuan," ujar Ihcsan di sela-sela mengikuti UTBK di Unej.

Sebagai seorang penyandang disabilitas daksa, Ichsan memiliki motivasi lebih untuk menjadi ilmuwan di bidang teknologi informasi. Mematok Prodi Teknik Informatika di Unej sebagai pilihan pertama, alumnus SMAN 1 Pakusari ini bertekad bisa menghasilkan teknologi yang memudahkan sesamanya.

Dengan berkuliah di Prodi informatika, Ichsan berharap mampu menciptakan aplikasi atau alat yang memudahkan para difabel dalam beraktifitas.

"Saya sangat menyenangi dunia komputer dan ingin sekali menguasai bahasa pemrograman. Karena saya pikir dengan kecerdasan buatan, penyandang difabel akan terbantu dan mudah-mudahan dapat mengurangi ketergantungan kami (difabel) pada orang lain" papar Ichsan yang datang dengan menggunakan kursi roda itu.

Karena itu, sejak jauh-jauh hari, Ichsan sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK. "Sejak kelas XII saya sudah belajar dengan latihan soal. Untung teman-teman saya baik-baik dan dengan suka rela membantu semua kesulitan yang saya hadapi di sekolah termasuk dalam hal belajar," jelas Ihcsan.

Tekad Ichsan itu juga didukung oleh keluarganya. Museifah, ibunda Ihcsan mengaku bangga pada anak semata wayangnya. Sebagai orang tua tunggal Museifah selalu menemani aktivitas sang buah hati untuk mengejar cita-cita sebagai ilmuwan.

"Saya selalu memberikan motivasi padanya agar dia tetap bersemangat untuk meraih impian yang telah dia cita-citakan. Saya selalu mengingatkan agar jangan pernah merasa malu dengan kondisi tubuhnya dan jangan sampai kalah pada yang lain," ujarnya saat mengantar Ihcsan hingga ke dalam ruang ujian.

Kondisi sebagai orang tua tunggal membuat Museifah harus membagi waktu bersama Ihcsan dan waktu untuk mencari nafkah. Museifah yang saat ini berprofesi sebagai tukang jahit bertekad ingin mengantarkan Ihcsan menjadi orang yang sukses.

"Pagi dia saya antar ke sekolah dan saya titipkan ke teman-temannya kemudian saya melanjutkan aktifitas bekerja untuk biaya pendidikan Ihcsan. Mudah-mudahan dia bisa masuk di Universitas Jember supaya apa yang dia cita-citakan bisa tercapai," tutur perempuan berjilbab ini.

Rekomendasi