Puluhan warga RT01/RW04 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dilaporkan terpapar amonia dari pabrik susu di sekitar permukiman. Peristiwa ini membuat warga Jaktim keracunan gas dan memicu kepanikan di lingkungan setempat.
Sebelum bau menyengat menjalar ke rumah-rumah, warga mendengar dentuman keras yang diduga berasal dari tabung amonia (NH₃) pabrik. Dugaan warga soal penyebab masih menunggu verifikasi dari camat, pengurus RW, dan kepolisian yang berwenang, menurut keterangan yang disampaikan kepada Liputan6.com.
“Waktu itu saya pas kisaran jam 2 lagi belanja di warung atas. Itu tiba-tiba terdengar kayak meledak gitu, boom, geluduk kenceng banget gitu. Saya pikir ada apa nih, apakah dari asrama seberang bagian latihan? Tapi kok besar banget tuh, meledak, seperti bom, boom gitu kan,” tutur Nuraini saat ditemui langsung oleh Liputan6.com, pada Rabu (30/09/2026).
Usai dentuman, warga berhamburan. Seiring itu, asap putih terlihat di sekitar lokasi, mata warga memerah, dan sejumlah orang merasa mual serta sesak karena bau kimia yang menyengat.
“Warga kocar kacir, langsung pada lari-lari mereka dari arah saung Pak RT di atas, sama yang lain-lain, cewek-cewek. Mereka lari-lari dengan mata udah merah dan nangis gitu, wah, mual-mual, muntah-muntah,” ucap Nuraini.
“Saya sesak dan langsung tutup kepala saya pakai jilbab yang saya pakai gitu, karena asap dari pabrik pada turun ke lingkungan kita. Ke mata juga rasanya pedas pengen muntah banget. Baunya kayak bau kimia, menyengat sekali, sampai tanaman pun langsung pada mati,” ujar Nuraini.
Advertisement
Evakuasi Warga Jaktim Keracunan Gas
Setelah insiden, ketua RT meminta warga mengungsi sementara ke area Kantor Kecamatan Pasar Rebo yang posisinya lebih tinggi.
“Karena di sini udah enggak kondusif, udah bau banget gitu kan. Kita lari ke atas, akhirnya Kecamatan Pasar Rebo, tapi cuma sampai sore,” tutur Nuraini.
Menurut Nuraini, camat dan pengurus RT bersama petugas kesehatan memberi bantuan oksigen serta penanganan pertama dari Dinas Kesehatan Puskesmas dan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Ada yang parah saat itu namanya Arga, dia seorang anak kecil, kondisinya itu udah sampe sesek banget, terus matanya juga sampai kedap-kedip (kayak kejang) gitu sih Arga tuh, terus sama yang lainnya juga udah pada merah mukanya,” tutur dirinya.
Hingga kini, tiga hari setelah peristiwa, masih ada empat warga yang dirawat.
“Masih ada yang dirawat ada 4 orang, 3 di rumah sakit Tugu Ibu, 1 di RSUD Pasar rebo, dan untungnya semua itu sudah di cover sama pihak pabriknya,” ujar Nuraini.
Advertisement
Pabrik Diminta Lebih Waspada oleh Warga
Nuraini berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pihak pabrik untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar permukiman.
“Harapannya ya dari pihak pabrik lebih diperhatikan lah gitu kan. Kan di belakang dia ini banyak perumahan, rumah-rumah warga dari keamanannya gitu kan,” ungkap Nuraini.
Ia menyebut bau limbah kerap tercium di sekitar pabrik dan meminta solusi agar kenyamanan warga terjaga.
“Meski udah terbiasa. Ya, kalau bisa berikan solusi agar gak bau ke warga itu sih, dan dari kejadian ini saya pikir harus lebih diantisipasi lagi agar kejadian ini tidak kembali terulang,” tandas Nuraini.
Dua hari pascakejadian, aktivitas warga dan operasional pabrik dilaporkan kembali normal.