44 Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik yang Terbawa Hujan

Warga mengalami sejumlah gejala, di antaranya sesak napas, mual, dan batuk-batuk.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
44 Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik yang Terbawa Hujan
Warga yang diduga keracunan gas pabrik dibawa ke fasilitas kesehatan di Karawang

Sebanyak 44 warga dari dua desa di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan gas yang berasal dari pabrik caustic soda milik perusahaan manufaktur kertas dan bahan kimia di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Asep Suryana mengatakan puluhan warga itu telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Kamis, jumlah warga yang dilaporkan terdampak mencapai 44 orang.

Menurut Asep, penanganan terhadap warga menjadi prioritas utama. Sementara itu, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penanganan.

"Warga yang diduga mengalami keracunan mulai dibawa ke Rumah Sakit Rosela Karawang sejak Kamis siang. Mereka mengalami sejumlah gejala, di antaranya sesak napas, mual, dan batuk-batuk," kata Asep dilansir Antara, Kamis (30/10/2026). 

Puluhan warga tersebut berasal dari Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Karawang.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Muh Asim, menyampaikan bahwa kepolisian terus memantau perkembangan kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya.

Warga terdampak telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pendataan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan juga masih dilakukan oleh instansi terkait.

Asim mengatakan, warga mulai merasakan gejala seperti pusing, sesak napas, mual, hingga batuk-batuk pada Kamis pagi.

 

Gas Terbawa Hujan

Berdasarkan informasi awal, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan bahan kimia yang ditemukan tersimpan di area luar ruangan.

Hujan yang turun sejak Rabu (28/10) malam hingga Kamis dini hari diduga memicu reaksi antara bahan kimia tersebut dan air.

Reaksi itu kemudian menimbulkan bau menyengat yang tercium oleh warga yang tinggal di sekitar perusahaan.

Meski demikian, Asim menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat awal. Penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh instansi teknis.

Rekomendasi