Ridwan Kamil Minta Pengelola Wisata Jabar Contoh Penerapan New Normal di Pangandaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal di objek wisata Pangandaran. Ia bahkan menyebut penerapan AKB di sektor pariwisata Pangandaran berhasil.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Ridwan Kamil Minta Pengelola Wisata Jabar Contoh Penerapan New Normal di Pangandaran
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Pantai Pangandaran. ©2020 Merdeka.com

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal di objek wisata Pangandaran. Ia bahkan menyebut penerapan AKB di sektor pariwisata Pangandaran berhasil. Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, keberhasilan penerapan AKB di Pangandaran karena disiplin wisatawan dan tegasnya pengelola dalam menegakkan aturan.

"Saya nilai 1-10, nilainya 8 atau sudah baik. Itu apresiasi saya untuk Pangandaran. Mudah-mudahan ini dicontoh oleh semua pengelola pariwisata Jabar yang ada di zona biru," katanya saat mengunjungi sejumlah titik wisata di Pantai Pangandaran, Kamis (11/6).

Dia menyebut bahwa pengelola membatasi pengunjung, di mana hanya wisatawan asal Jawa Barat dan bebas Covid-19 saja yang diperbolehkan, dengan menunjukkan surat keterangan sudah di-rapid test dan hasilnya nonreaktif. Kalau kemudian ada wisatawan yang tidak membawa surat keterangan namun tetap ingin berwisata, disiapkan pengetesan dengan harga Rp 200 ribu.

Menurutnya, wisatawan yang berasal dari luar Jawa Barat bukan tidak boleh datang, namun lebih kepada ingin menjaga tren pengendalian penyebaran corona yang sudah baik.

"Kemudian, yang paling tegas di sini adalah wisatawan yang datang ke Pantai Barat dan Timur harus menunjukkan surat rapid test, kalau tidak ada surat, mohon maaf balik kanan," sebutnya.

Di Pangandaran, Emil bersama Bupati Pangandaran meninjau satu persatu titik wisata, mulai pintu masuk, penginapan, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas kesehatan. Untuk area wisata pantai, Emil meminta pengelola memastikan pengunjung disiplin jaga jarak. Selain itu, ia meminta pedagang di pusat perbelanjaan memakai pelindung wajah, guna menekan potensi sebaran Covid-19.

Walau Pangandaran mampu menerapkan AKB sektor pariwisata dengan baik, Emil meminta masyarakat untuk tidak bereuforia, karena potensi kasus penyebaran gelombang dua bisa terjadi apabila kewaspadaan dan pengawasan menurun.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawisata) Pangandaran Asep Kusdinar mengaku bahwa pihaknya memang telah menerapkan AKB sesuai Surat Edaran Bupati Pangandaran. Di antara yang dilakukan mulai melakukan disinfeksi ke berbagai objek wisata, dan mengimbau pengunjung untuk disiplin gunakan masker, jaga jarak, serta cuci tangan.

"Keadaan pengunjung sejauh ini masih sepi. Tapi kalau mereka datang dan sesuai syarat yang ditetapkan Pemkab Pangandaran mereka diperbolehkan masuk. Kalau dokumen tidak ada, terpaksa kita putar balikan keluar Pangandaran," katanya.

Rekomendasi