Kepala Bappenas/ Menteri PPN Suharso Monoarfa menjelaskan DKI Jakarta bisa melakukan pelonggaran Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB). Berdasarkan angka reproduksi efektif provinsi yaitu Jakarta memiliki rata-rata reproduction rate (Rt) mendekati 1 dan hal tersebut juga merujuk pada WHO yang menyaratkan angka atau reproduksi efektif Rt di bawah 1 selama 14 hari.
"Berdasarkan angka reproduksi efektif provinsi, Jakarta rata-rata Rt-nya mendekati 1. Terlihat angka tes sudah sekitar 112 ribu," kata Suharso dalam siaran telekonference, Kamis (21/5).
Dia menjelaskan saat ini Jakarta memiliki spesimen PCR sampai 20 mei yaitu 12.0321 dan angka positif sudah mencapai 19ribu lebih.
"Produktivitas masih bervariasi," jelas Suharso.
Advertisement
Sudah Memenuhi Syarat
Suharso menjelaskan Jakarta sudah cukup memadai. Mulai dari fasilitas kesehatan. Menurut laporan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, data rumah sakit, dan tenaga medis sudah memadai.
"Boleh dikatakan Provinsi di Jakarta itu memadai memenuhi syarat, jumlah fasilitas kesehatan memenuhi kesehatan, yang di rumah sakit di bawah kewenangan DKI rumah sakit di Jakarta. Dan tempat tidurnya cukup. Jadi ini dapat dilalui," kata Suharso.
Dia menjelaskan saat ini Jakarta juga saat ini di kondisi daerah menuju new normal dan dalam tingkat kesiapan untuk memulai kegiatan ekonomi.Yaitu dengan kriteria kesehatan memadai dan penyebaran virus terkendali.
"Kita bisa lihat, Jakarta pada posisi C yaitu sedang," kata Suharso.
Namun dalam posisi ini, Suharso menjelaskan daerah tersebut harus terus melakukan pemantauan. Yaitu dengan terus melakukan protokol kesehatan.
"Kalau DKI Jakarta harus bertahan 14 hari ke depan, jadi kalau bisa mencapai 14 hari ke depan mereka benar-benar menjaga itu. Itu bagus," jelas Suharso.