Korban Meninggal akibat Banjir Bandang Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 8 Orang

Selain korban meninggal dan luka, 700 KK harus mengungsi ke sejumlah lokasi, seperti SMP Negeri 1 Barus dan SD Negeri 1 Padang Masiang.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Korban Meninggal akibat Banjir Bandang Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 8 Orang
Banjir Bandang Tapanuli Tengah. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Korban meninggal akibat banjir bandang di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, bertambah menjadi 8 orang. Seorang korban ditemukan di sekitar Desa Sijungkang, Kecamatan Andamdewi, Kamis (30/1) dini hari.

"(Korban) bertambah satu lagi atas nama Burhan Marbun. Kita temukan di Desa Sijungkang sekitar pukul 01.00 WIB tadi. Korban diduga terseret arus akhirnya tertimbun material banjir bandang seperti kayu," kata Koordinator Pos SAR Sibolga, Hari Susanto.

Sebelum Burhan ditemukan, tercatat sudah 7 korban meninggal dunia. Lima orang di Andamdewi, sedangkan 2 orang di Kecamatan Barus.

Berdasarkan data Polres Tapteng, ketujuh korban meninggal yakni: pasangan suami istri A Tanjung (60) dan Idwarnisah (58) dan warga Padang Masiang, Barus; Marpaung (50), Juster Sitorus (55), Pardamean Br Manalu (85), Abdul Rahman (72), Esrin Pane (48), warga Bonan Dolok, Kecamatan Andamdewi.

Banjir bandang dan genangan air terjadi di sejumlah wilayah di Tapteng, seperti di Kecamatan Barus, Andamdewi, dan Barus Utara sejak Selasa (28/1) malam. Bencana itu terjadi menyusul hujan deras di sana.

Selain korban meninggal dan luka, 700 KK harus mengungsi ke sejumlah lokasi, seperti SMP Negeri 1 Barus dan SD Negeri 1 Padang Masiang.

Rekomendasi