Yusuf (58), Wakil Kepala SMPN 2 Pangatikan yang meninggal dunia saat mengisi E-Raport akan diberi penghargaan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut. Penghargaan diberikan karena almarhum dinilai berdedikasi menjalankan tugas sebagai pendidik.
Kepala Disdik Garut, Totong mengatakan, penghargaan yang akan diberikan pihaknya kepada Yusuf berupa anumerta. "Akan kita beri kenaikan pangkat satu tingkat dari IV A menjadi IV B," kata Totong, Selasa (17/12).
Totong mengungkapkan akan segera mengajukan pemberian penghargaan bagi Yusuf kepada Bupati dan Wakil Bupati Garut. Secara pribadi dan atas nama Kepala Disdik, ia mengaku sangat kehilangan sosok Yusuf yang disebutnya berdedikasi tingi dalam dunia pendidikan karena terlihat figur guru yang teladan.
"Almarhum sosok guru yang patut digugu dan ditiru. Hal tersebut dibuktikan dengan meski kondisinya sakit ia masih berusaha datang ke sekolah menuntaskan tanggungjawabnya mengisi E-Raport. Ia menjadi inspirasi bagi guru lain," ujar dia.
Selain aktif di dunia pendidikan, Totong mengungkapkan bahwa sosok Yusuf adalah tokoh di kampungnya dan aktif sebagai dewan kemakmuran mesjid juga di bidang pertanian.
Advertisement
Almarhum Ogah Menjadi Kepala Sekolah
Sementara itu Juhada, Kepala SMPN 2 Pangatikan menyebut bahwa Yusuf merupakan perintis sekolah yang ia pimpin saat ini. "Saat zaman seatap dengan SMP Pangatikan, pak Yusuf sudah ada di sana dan dia merintis sampai berdirinya SMPN 2 Pangatikan ini," ungkapnya.
Juhanda mengaku sangat kehilangan sosok Yusuf. Ia menyebut bahwa Yusuf adalah guru teladan dan menolak saat diberi kesempatan menjadi kepala sekolah. Penolakan tersebut disebutnya karena alasan sudah tua dan hanya mau mengabdi di SMPN 2 Pangatikan.
"Kita telah kehilangan sosok pejuang pendidikan di Kabupaten Garut. Beliau meninggalkan seorang istri dan empat anak," katanya.
Advertisement
Meninggal Saat Isi E-Raport di Sekolah
Sebelumnya, Yusuf (58), seorang Wakil Kepala SMPN 2 Pangatikan, Kabupaten Garut, Senin (16/12), meninggal dunia di lingkungan sekolah saat tengah mengisi E-Raport. Meninggalnya Yusuf sempat membuat kaget Kepala SMPN 2 Pangatikan dan para guru juga siswa yang ada di sekolah.
Kepala SMPN 2 Pangatikan, Juhanda mengatakan, Yusuf sempat mengeluh pusing saat tengah mengisi E-Raport sebelum meninggal. Yusuf kemudian dibawa istirahat ke ruangannya.
Yusuf, kata Juhadan, diketahui meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB. "Sebelum meninggal almarhum ini sempat membuka kegiatan pengisian E-Raport karena beliau ini juga operator di sekolah," kata Juhanda saat dihubungi.
Juhanda menyebut Yusuf mengeluh pusing dan dibawa ke ruang Kepala Sekolah dan pingsan sebelum meninggal. Saat diperiksa awal, Yusuf diduga telah meninggal dunia setelah kemudian dipastikan petugas kesehatan dari Puskesmas.
"Almarhum ini adalah pendidik yang merintis pendidikan SMPN 2 Pangatikan. Statusnya sudah PNS dan masa kerjanya tinggal dua tahun lagi," katanya.