Sekjen PBNU: Ucapan Sukmawati Picu Ketersinggungan Kalangan Umat

"Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW justru menjadi inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia. Karena Nabi mengajarkan Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan kemiskinan," sambungnya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Sekjen PBNU: Ucapan Sukmawati Picu Ketersinggungan Kalangan Umat
Sukmawati sambangi MUI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Pernyataan putri Presiden Pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri kembali menuai kontroversi. Dia membandingkan sang ayah, Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW.

Menanggapi hal itu, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, ucapan Sukmawati sangat tidak tepat dan keliru besar. Dia menilai, pernyataan itu tidak kontekstual dan tidak mempunyai manfaatnya.

"Justru hal itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di kalangan umat. Terlebih, Bung Karno adalah sosok yang sangat mengagumi kepemimpinan Nabi Muhammad SAW," kata Helmy dalam keterangannya, Senin (18/11).

"Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW justru menjadi inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia. Karena Nabi mengajarkan Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan kemiskinan," sambungnya.

Sukmawati Diminta Hati-hati Berucap

Ia pun mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang baik dan patut menjadi contoh. Sehingga, tidak tepat jika Sukmawati membandingkan dengan manusia lainnya bahkan Bung Karno sekali pun.

Oleh karena itu, ia meminta Sukmawati agar berhati-hati dalam berucap. Dan ia juga meminta untuk bertabayyun terlebih dahulu untuk mendapatkan sesuatu atau informasi yang lengkap.

"Atas hal ini kita perlu tabayyun untuk mendapatkan secara utuh apa yang dimaksud Ibu Sukmawati. Sebaiknya sebagai tokoh nasional, Sukmawati dapat berhati-hati untuk mengeluarkan pernyataan agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," tandasnya.

Rekomendasi