Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka kasus suap Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) ini batal diperiksa lantaran mengeluh sakit.
"Rizal Djalil, Anggota BPK tadi datang sesuai jadwal pemeriksaan hari ini, namun tidak dilakukan pemeriksaan karena mengeluh sakit sehingga pemeriksaan akan dijadwalkan kembali," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (30/9).
Rizal akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama (PT MD) Leonardo Jusminarta Prsetyo. Begitu juga sebaliknya, Leonardo diperiksa sebagai saksi untuk Rizal.
"Sedangkan saksi Leonardo sedang dalam proses pemeriksaan oleh penyidik," kata Febri.
Dalam kasus ini KPK menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil dalam kasus dugaan suap terkait Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Selain Rizal Djalil, KPK juga menjerat Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama (PT MD) Leonardo Jusminarta Prsetyo.
Rizal Djalil diduga menerima SGD 100 ribu dari Leonardo. Uang tersebut diberikan Leonardo lantaran Rizal membantu perusahaan milik Leonardo mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.
Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menjerat delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini.
Delapan tersangka tersebut yakni, Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih Wahyudi, Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.
Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menjerat empat pejabat Kementerian PUPR, yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, serta PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.
Reporter: Fachrur Rozie