Pemerintah Kota Solomemangkas dan merobohkan pohon-pohon yang ada di jalur utama. Langkah ini dilakukan menyusul meningggalnya bocah bernama Kaifan Azzam Nur Ridho, yang tertimpa pohon palem di area car freeo day (CFD) hari Minggu lalu.
Pemangkasan dipimpin langsung oleh Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dimulai dari depan Makorem 074 Warastrarama, Jalan Slamet Riyadi. Sejak beberapa bulan lalu, Rudy mengaku pernah memerintahkan pemangkasan ranting yang lebat di sejumlah lokasi.
"Sebetulnya sebelum kejadian ini kita menginstruksikan untuk merempeli (memangkas) pohon-pohon yang terlalu rindang dan akarnya enggak kuat itu saya minta untuk dikurangi rantingnya," ujar Rudy, Selasa (23/7).
Dengan pemangkasan tersebut, Rudy berharap tak ada lagi korban yang tertimpa pohon. Rudy juga memerintahkan petugas agar menebang pohon yang mati. Ia juga meminta kepada siapapun agar tidak saling menyalahkan atas timbulnya korban akibat pohon tumbang.
"Yang namanya Jambe, Palem, itu kalau sudah kelihatan akarnya diatas harus ditebang," katanya.
Selain pemangkasan dan penebangan, dikatakannya, Pemkot Solo juga melakukan peremajaan pohon di Jalan Slamet Riyadi dan lainnya. Untuk pohon-pohon yang dinilai rawan roboh, Rudy minta dinas terkait untuk menganggarkan pembuatan pagar penahan.
Selain Jalan Slamet Riyadi, pemangkasan juga dilakukan di Jalan Adi Sucipto, Jenderal Sudirman, Ir Sutami, Jurug dan Jalan Kolonel Sutarto. Rudy mengaku akan memangkas pohon yang dinilai tidak pantas dipandang, mengganggu atau pohon yang sudah mati. Dia tak peduli lagi dengan protes dari warga ataupun LSM lainnya.
"Saya sudah tidak ambil pusing lagi. Mau ngritisi ya terserah, mau nguliti yo wis ben, mbully ya terserah. Mau dibully saya siap kok, biarin saja. Coba kalau sudah begini diem saja, ada yang meninggal diem saja. Kemarin ada mobil ketiban rusak, di Jalan Bhayangkara, enggak komentar," katanya.
Untuk itu, dia meminta kepada LSM agar tak hanya mengkritisi, namun juga berdasarkan fakta dan peraturan yang ada. "Wong Jawa kui ojo ilang Jawane. Maksudknya jadi orang itu jangan kehilangan akan, budi dan nalar. Nek pohon kui wis tua kui nalare yo diganti, dikethok yo oleh, kecuali digunduli," tegas Rudy.
Lebih lanjut Rudy mengemukakan, kepada keluarga korban, yakni pasangan Rohmat Slamet (35) dan Retno Sri Lestari (31), diberikan santunan tabungan sebesar Rp50 juta. Uang sejumlah tersebut diberikan melalui dana darurat untuk warga Kampung Tegalayu RT 02 RW 02, Kelurahan Bumi tersebut.
Pantauan di lokasi pemangkasan dilakukan oleh puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD, DPUPR, Damkar, Relawan SAR dan lainnya. Selain peralatan manual, pemangkasan juga dilakukan dengan sky walker. Meski menimbulkan kemacetan namun Dinas Perhubungan melakukan buka tutup jalur.