Alami Pengeroyokan, Eks Kasatreskrim Wonogiri Dirawat Lanjutan di Singapura

AKP Aditia menjadi korban pengeroyokan saat menghalau kelompok massa perguruan pencak silat di Wonogiri, Rabu (8/5) lalu, hingga hari ke delapan dirawat di ICU RS dr Oen Solo Baru masih kritis. Kendati berisiko, Aditia tetap dipindahkan ke Singapura.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Alami Pengeroyokan, Eks Kasatreskrim Wonogiri Dirawat Lanjutan di Singapura
Mantan Kasatreskrim Wonogiri Dipindahkan ke Singapura. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Atas permintaan keluarga, AKP Aditia Mulya Ramdhani, mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, akan dipindahkan ke Singapore General Hospital (SGH), Kamis (16/5) sore. Aditia akan diterbangkan ke Singapura dengan pesawat khusus yang disiapkan oleh Polda Jawa Tengah.

Selain sejumlah anggota keluarga, tim medis dari Rumah Sakit dr Oen Solo Baru ikut mendampingi Aditia ke Singapura. Kabar tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jawa Tengah dr Tri Yuwono Putra ketika dijumpai wartawan di RS dr Oen Solo Baru, Kamis (16/5).

"Nanti pasien akan dibawa ke Singapura jam empat sore ini. Dari Bandara Adi Soemarmo Solo langsung kita terbangkan ke Singapura dengan pesawat khusus," ujarnya.

Yuwomo menerangkan, kondisi Aditia yang menjadi korban pengeroyokan saat menghalau kelompok massa perguruan pencak silat di Wonogiri, Rabu (8/5) lalu, hingga hari ke delapan dirawat di ICU RS dr Oen Solo Baru masih kritis. Kendati berisiko, Aditia tetap dipindahkan ke Singapura.

"Kita sedang mempersiapkan pemindahan Aditia ke RS di Singapura. Ini permintaan keluarga. Kondisinya masih sama status GCS 4," katanya.

Yuwomo mengaku tidak mengetahui alasan keluarga memindahkan mantan Kapolsek Pasarkliwon tersebut. Namun jika sesuai arahan dari dokter perwakilan rumah sakit Singapura yang berkunjung sebelumnya, menyampaikan bahwa perawatan di RS Singapura lebih menjamin sterilisasi selama menjalani perawatan di ICU.

"Disana lebih steril, berbeda dengan kondisi ICU disini yang bebas bisa keluar masuk. Kalau di sana yang masuk ya hanya perawat dan dokter," tutupnya.

Rekomendasi