Tercemar Air Keruh, 45 Ikan Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati

Informasi kematian ikan hiu diketahui pada tanggal 7 Maret 2019 pukul 05.00. Adapun lokasi matinya ikan hiu masuk sebagai zona budidaya bahari Taman Nasional Karimunjawa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tercemar Air Keruh, 45 Ikan Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati
45 ikan hiu di penangkaran karimunjawa mati. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

45 ikan hiu karang hitam dan karang putih mati di dasar kolam penangkaran milik Minarno alias Cun Ming. Ada kemungkinan air keruh menyebabkan matinya ikan hiu di penangkaran.

"Kita sudah cek langsung di lokasi dengan ambil sampel empat potong daging hiu dan dua botol air dalam kolam, dan dua botol di luar kolam. Hasil penyebab kematian penangkaran ikan hiu airnya berwarna kuning atau sudah tercemar," kata Kepala Pengelola Taman Balai Karimunjawa, Agung Prabowo saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (19/3).

Informasi kematian ikan hiu diketahui pada tanggal 7 Maret 2019 pukul 05.00. Adapun lokasi matinya ikan hiu masuk sebagai zona budidaya bahari Taman Nasional Karimunjawa.

"Ada 10 ekor masih hidup dan bisa kita selamatkan dengan memindahkan ke keramba lainnya.
Kematian tidak hanya dialami oleh ikan predator tersebut. Melainkan sejumlah ekor ikan badong, kerapu dan ikan lainnya," jelasnya.

Hingga kini pemilik penangkaran hiu kini sudah melaporkan ke pihak Polsek Karimunjawa. Sedangkan ikan yang mati dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Kolam ini pada mulanya adalah keramba untuk budidaya ikan seperti jenis Kerapu, badong, dan lainnya. Pemilik juga memelihara beberapa ekor hiu karang hitam dan hiu karang putih merupakan bukan jenis ikan yang dilindungi," kata Agung Prabowo.

Keberadaan penangkaran hiu sejak 1960. Dimana keberadaan hiu dalam penangkaran bisa berkembang biak menjadi jinak itu mengundang sejumlah wisatawan dan peneliti dari perguruan tinggi, selain juga warga negara asing untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut.

Hingga berjalannya waktu, bukan cuma hiu yang ditangkarkan, melainkan sudah berkembang untuk spesies penyu dan berbagai ikan lain.

Rekomendasi