Di bawah terik matahari, dua bocah ini dampingi orangtua demo buruh

Sejumlah tuntutan ia tuliskan pada kertas karton yang digantungkan di leher anaknya. 'Perbaiki Layanan Jaminan Sosial&Kesehatan. PUK SP KEP SPSI PT Propan Raya ICC'. 'Hapus Upah Padat Karya (UPK)'. "Ini umur 6 tahun Dani Alam dan Sultan Andre 7 tahun. Setiap aksi May Day ikut ini," kata Iswanto, sang ayah.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Di bawah terik matahari, dua bocah ini dampingi orangtua demo buruh
anak ikut orangtua demo buruh. ©2018 Merdeka.com

Jelang sore, massa demo buruh masih memadati kawasan Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Sejumlah tuntutan mereka sampaikan di depan Istana Negara.

Di antara ramainya buruh berdemo, tampak sosok dua bocah. Dani Alam bersama kakaknya, Sultan Andre, berada di tengah kerumunan massa. Mereka memang tidak ikut berdemo, hanya menemani kedua orangnya saja.

Iswanto (48), sang ayah, dia bersama istri Dewi Saripah (39) memang selalu mengajak buah hati mereka ikut berdemo.

"Ini umur 6 tahun Dani Alam dan Sultan Andre 7 tahun. Setiap aksi May Day ikut ini," kata Iswanto kepada merdeka.com di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (1/5).

Pria asal Tangerang, Pasar Kemis, ini mengaku dirinya yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI). Dia sudah tiba di lokasi demo sejak pagi bersama rekannya menumpangi 10 bus.

Sejumlah tuntutan ia tuliskan pada kertas karton yang digantungkan di leher anaknya. 'Perbaiki Layanan Jaminan Sosial&Kesehatan. PUK SP KEP SPSI PT Propan Raya ICC'. 'Hapus Upah Padat Karya (UPK)'.

Pria yang bekerja di salah satu pabrik konstruksi di Tangerang ini mengaku memang anaknya ingin ikut walaupun matahari cukup terik.

"Setiap ada aksi May Day itu anak-anak mau ikut aja. Karena pertama kali udah ngikut jadi dia ngikut lagi. Kalau pertama emang diajak, terus keduanya dia minta ikut sendiri. Udah dari umur anak saya si Sultan 5 tahun. Istri saya di pabrik sepatu produksi Nike," tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, sebagian buruh sudah mulai bergerak ke arah Istora Senyan, Jakarta Pusat. Mereka bersama rekan lainnya mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres.

Rekomendasi