Menkes sebut PT Biofarma sanggup penuhi kebutuhan vaksin Difteri dalam negeri

Untuk menghadapi serangan penyakit Difteri, lanjut Nila, jika pihaknya sudah menyiapkan jutaan file vaksin tersebut, yang satu file bisa digunakan untuk delapan sampai sepuluh orang.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Menkes sebut PT Biofarma sanggup penuhi kebutuhan vaksin Difteri dalam negeri
Nila Moeloek. ©2014 merdeka.com

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djoewita Moeloek memastikan bahwa logistik untuk vaksin Difteri cukup. Hal itu karena pihaknya sudah menyiapkan dan berkoordinasi dengan pembuat vaksin untuk melakukan peningkatan menjelang awal tahun 2018.

Dirinya mengatakan bahwa untuk produksi vaksin Difteri ini akan ditangani oleh PT Biofarma. Karena Nila sangat optimis bila PT Biofarma sebagai pembuat vaksin terbesar nomor empat dunia dapat membuat produksi yang cukup.

"Jadi kami siap dalam tahap ini dan sudah berkoordinasi, insya Allah mudah-mudahan kami ingin meminta mereka untuk meningkatkan untuk tahap di bulan Januari atau 2018," kata Nila usai menerima penghargaan Bintang Bhayangkara Utama di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

Untuk menghadapi serangan penyakit Difteri, lanjut Nila, jika pihaknya sudah menyiapkan jutaan file vaksin tersebut, yang satu file bisa digunakan untuk delapan sampai sepuluh orang.

Untuk vaksin ini sendiri, nantinya akan terlebih dahulu disebarkan di beberapa provinsi untuk mencegahnya lalu nantinya akan dilanjutkan ke daerah-daerah lainnya.

"Tiga dulu, Jakarta, Jakarta pun Barat dan Utara, Banten dan Jawa Barat tetapi tempat lain mereka sudah melakukan juga, seperti Jawa Timur karena vaksin ini selalu ada di kadinkes-kadinkes," ujarnya.

Nila pun menyatakan bahwa berdasarkan survei yang sudah dilakukan pihaknya, kebanyakan yang terserang penyakit Difteri ini anak-anak yang belum atau tidak diimunisasi. Untuk itu, dirinya meminta kepada para orang tua agar anaknya segera diimunisasi mulai dari umur 18 tahun ke bawah.

"Jadi di ulang, karena imunisasi difteri ini antibodinya turun tapi nanti kita suntik lagi karena nanti diberikannya usia tiga bulan, empat bulan, delapan belas bulan, usia dua tahun kemudian usia anak sekolah kelas satu kelas dua kelas lima supaya daya tahan meningkat," nyatanya.

"Kalau ada faktor risiko, mungkin lebih baik kita lakukan imunisasi. Kami juga himbau bilamana ada yang sakit pakai masker. Jadi percikan ludah ini tidak menular pada orang," tandasnya.

Rekomendasi