Satgas Garuda Bhayangkara Kumul 2017 yang dipimpin oleh Kasatgas Kombes Pol Achmad Kartiko (Kabid Kerjasama Baintelkam Polri) bersama 4 anggotanya telah melaksanakan kegiatan pelatihan bagi personel Special Service Division Kapolisian Papua New Guinea (Royal Papua New Guinea Constabulary).Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api diberikan kepada 60 personel SSD selama tiga minggu mulai tanggal 13 November sampai 2 Desember 2017 yang bertempat di Specialist Training Center Mac Gregor Area.Tujuan diadakannya pelatihan adalah memberikan asistensi kesiapan pengamanan APEC 2018 di Port Moresby sekaligus sebagai sarana menjalin kerjasama kepolisian antar kedua Negara yang berbatasan darat secara langsung.
Beberapa issue Keamanan antara Indonesia dan Papua Nugini (PNG) adalah terkait pengamanan lintas batas antar Negara khususnya terkait potensi kejahatan lintas Negara seperti penyelundupan, perdagangan gelap kekayaan alam dan perlindungan satwa dan narkotika."Ada juga kerja sama perlindungan tenaga kerja Indonesia di Papua Nugini, terdapat banyak TKI yang direkrut dan dipekerjakan oleh perusahaan Malaysia di Papua New Guinea," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (30/11).Selain itu adalah adanya kelompok kriminal bersenjata di Papua yang menggunakan wilayah PNG sebagai tempat konsolidasi kekuatan.Kerjasama Police to Police merupakan bentuk kerjasama yang semakin menguatkan hubungan bilateral kedua Negara."Ke depan diharapakan kerjasama bilateral terutama bentuk Police to Police akan semakin ditingkatkan dalam bentuk program kerjasama pengamanan perbatasan khususnya di check point lintas batas dan pengembangan kapasitas kepolisian kedua Negara," kata Polri.