Menjelang tahun 1965, Partai Komunis Indonesia gencar melakukan ofensif kebudayaan. Salah satunya lewat ludruk, pentas drama atau komedi yang pada masa itu menjadi kesenian paling populer di Jawa Timur.PKI saat itu yang paling sering mementaskan ludruk di bawah Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra. Judul-judulnya pun menyerang lawan. Terutama kelompok Islam di pesantren.Beberapa lakon yang ditampilkan misalnya berjudul Malaikat kimpoi atau malaikat bersetubuh. Lalu Gusti Allah ngunduh mantu, sampai Patine Gusti Allah atau matinya Gusti Allah. Setiap pementasan selalu diikuti dengan teriakan-teriakan yang mengintimidasi lawan dari para simpatisan PKI dan underbouwnya seperti Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia.Jauh sebelum peristiwa G30S PKI meletus pada 1 Oktober 1965, kebencian kalangan pesantren dan Umat Islam pada PKI sudah memuncak. Apalagi PKI juga melakukan penyerangan fisik pada kalangan santri. Yang paling terkenal adalah Peristiwa Kanigoro. Tanggal 19 Januari 1965, ribuan massa PKI menyerang 100 orang PII (Pelajar Islam Indonesia) yang sedang mengadakan acara di masjid At-Taqwa. Gerakan G30S gagal total. TNI AD memukul balik kekuatan komunis. Pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat bergerak ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka melatih rakyat untuk berani melawan kekuatan komunis.Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta kemarin merilis dokumen rahasia Central Intelligence Agency (CIA) soal peristiwa 1965 di Indonesia. Sesuai aturan setelah 50 tahun, dokumen itu bisa dibuka ke publik.Ada 39 dokumen yang dibuka. Berisi lebih dari 30.000 halaman. Salah satu bagian dokumen itu juga memuat bagaimana rakyat anti-komunis bergerak bersama tentara menumpas PKI.Salah satu laporan menyebutkan para pemain ludruk yang kerap memainkan peran menghina agama Islam juga ditemukan tewas mengenaskan."Para pemain ludruk yang selama ini berafiliasi dengan PKI dilaporkan tewas. Para korban yang sering memainkan peran di atas panggung menghina Islam ditemukan tewas dengan luka di leher," tulis laporan nomor 15 CIA itu.Tak cuma Islam, TNI juga menggalang kekuatan dari unsur nasionalis dan Partai Katolik Indonesia untuk menumpas PKI seperti ditulis dalam laporan CIA nomor 22.Di Nusa Tenggara Timur misalnya Pemuda Gereja di-back up TNI menjadi kekuatan paling depan yang menghabisi orang-orang beraliran kiri.
Laporan CIA ungkap nasib tragis pemain ludruk PKI yang hina Islam
Laporan CIA ungkap nasib tragis pemain ludruk PKI yang hina Islam. Beberapa lakon yang ditampilkan misalnya berjudul Malaikat kimpoi atau malaikat bersetubuh. Lalu Gusti Allah ngunduh mantu, sampai Patine Gusti Allah atau matinya Gusti Allah.
Advertisement
Rekomendasi