Panglima TNI Gatot Nurmantyo hadiri Festival Film Nusantara di TIM

Panglima TNI Gatot Nurmantyo hadiri Festival Film Nusantara di TIM. Dalam rilis resmi Puspen TNI, festival diselenggarakan dalam rangka mendukung kemajuan perfilman Indonesia serta mengakselerasi karya yang bertema kebangsaan. Selain itu juga sebagai wadah bagi komunitas film.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Panglima TNI Gatot Nurmantyo hadiri Festival Film Nusantara di TIM
KPK dan TNI umumkan tiga tersangka pengadaan heli AW-101. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menghadiri Festival Film Nusantara di gedung theatre Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (10/10) malam. Dalam kesempatan itu, Gatot hadir bersama istrinya. Dalam acara yang merupakan rangkaian HUT TNI ke-72 itu hadir juga seluruh Kepala Staf TNI mulai dari Kasad, Kasau, Kasal, dan Kepala Puspen TNI.Gatot menyaksikan aksi teatrikal dalam beragam tema yang ditampilkan oleh para anggota TNI. Tema utama festival yang pertama kali digelar TNI ini ialah kebangsaan.Dalam rilis resmi Puspen TNI, festival diselenggarakan dalam rangka mendukung kemajuan perfilman Indonesia serta mengakselerasi karya yang bertema kebangsaan. Selain itu juga sebagai wadah bagi komunitas film.

aksi teatrikal prajurit TNI di Festival Film Nusantara ©2017 Merdeka.com/hari ariyanti


Peserta dalam festival ini ialah masyarakat umum dan juga para prajurit TNI. Sebanyak 300 judul film dokumenter masuk ke meja panitia. Selanjutnya diseleksi menjadi 100 dan dipilih 40 nominasi untuk delapan kategori.Kategori film dokumenter yang dinilai dalam festival ini di antaranya; Keluarga dan Perlindungan, Kebudayaan dan Pariwisata, Pendidikan dan Kesehatan, Religi dan Toleransi, Nasionalisme dan Bela Negara, Pemuda dan Olahraga, Sosial Humanisme, Desa dan Maritim, Profil TNI, dan Soldier Journalism. Dalam keterangan tertulis itu disebutkan tujuan festival tersebut yaitu untuk meningkatkan semangat kebangsaan, kebersamaan yang religius, solidaritas, disiplin dan kepemimpinan agar para peserta mampu menghargai perjuangan para pahlawan.

Rekomendasi