7 Tahanan kabur, Kapolrestabes Surabaya karena bangunan sudah rapuh

7 Tahanan kabur, Kapolrestabes Surabaya karena bangunan sudah rapuh. Dari tujuh orang tahanan yang kabur, satu telah ditangkap kembali. Polisi telah membentuk empat tim untuk melakukan pengejaran.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
7 Tahanan kabur, Kapolrestabes Surabaya karena bangunan sudah rapuh
Tahanan Kabur. shutterstock

Tujuh tahanan di Polsek Tambaksari kabur dengan cara merusak atap bangunan pada Senin dini hari (18/4), sekitar pukul 02.00 WIB. Kapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Kombes Pol Moh Iqbal menilai kejadian itu bangunan tahanan kurang kokoh.Hal itu dia katakan pasca melihat lokasi tahanan Mapolsek Tambaksari. "Dugaan sementara, saya rasa karena kontruksi bangunannya. Tembok yang dipakai untuk teralis besi itu kurang kokoh, sehingga mudah dilepas," ungkap Iqbal, Senin (17/4).Iqbal menambahkan, pihaknya telah membentuk empat tim untuk melakukan pengejaran. "Hasilnya, satu orang yang menjadi otak dari rencana kabur ini sudah tertangkap saat kabur di wilayah Sukodono," sambungnya. Dia menambahkan, tahanan kabur yang sudah tertangkap, akan dilipatgandakan hukumannya. "Kita juga tetap memeriksa anggota Polsek Tambaksari. Jika terbukti ada pelanggaran atau kelalaian, maka akan diberikan sanksi," tegas Iqbal. Diberitakan sebelumnya, tujuh tahanan Polsek Tambaksari kabur pada Senin dini hari melalui atap tahanan. Ketujuh tahanan itu adalah; Fadila Argan, asal Blitar (pelaku penganiayaan), Budi Sasmito, warga Surabaya (kasus curat), Saiful Haq, warga Surabaya (kasus narkoba).Selanjutnya Shokib, asal Surabaya (kasus narkoba), Jeffry Margaputra, warga Surabaya (kasus narkoba), Ryan Dwi Saputra, warga Sidoarjo (kasus narkoba), dan Hadi Prabowo, warga Surabaya (kasus narkoba).

Rekomendasi