Perkembangan teknologi sepeda semakin berkembang. Dari rangka awalnya masih berbahan kayu beralih ke logam. Lalu ban sepeda yang awalnya dari kayu juga beralih ke karet.Perkembangan sepeda juga salah satunya ditandai dengan ditemukannya alat untuk perpindahan gigi secara manual. Perpindahan percepatan difungsikan buat mempermudah pengguna sepeda menyesuaikan medan jalan. Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada kini mengembangkan lagi teknologi transmisi pada sepeda. Mereka mencangkok transmisi otomatis ke sepeda. Produk itu itu diberi nama Tompel."Inovasi ini diberi nama Automatic Piet Onthel atau disebut Tompel," ujar salah satu pembuat, Dhiva Prima Adi, Jumat, (5/8).Dhiva bersama Khohirunisa Ulya, Dyah Nur Suci, dan Ilham Adityaresna menggarap proyek itu. Menurut dia, sistem transmisi secara otomatis akan bekerja menyesuaikan medan dilalui sepeda. Jika medan jalan menanjak, maka secara otomatis gigi sepeda berpindah ke perbandingan ringan. Sebaliknya, jika jalan menurun, maka percepatan akan berganti ke perbandingan berat."Perpindahan giginya secara otomatis, bukan manual. Jadi kalau turun atau naik akan otomatis giginya berubah menyesuaikan," ujar Dhiva.Transmisi diberi nama Tompel itu berbentuk segitiga. Beratnya mencapai tiga kilogram. Alat ini dipasang di tengah rangka sepeda. Mekanisme kerjanya berupa kabel sproket terhubung pada setang yang tergabung dengan pemberat atau pendulum. Ketika sepeda dalam keadaan miring, pendulum akan menarik kabel dan secara otomatis mengubah percepatan.Dhiva menambahkan, secara umum memang telah beredar alat serupa berfungsi sebagai pemindah gigi otomatis. Namun, alat itu menggunakan sistem elektrik, sehingga bergantung pada listrik."Alat dengan nama Tompel ini full mekanik, bukan elektrik. Jadi tidak bergantung energi listrik," tutup Dhiva.
Tompel, sepeda onthel bertransmisi otomatis kreasi kampus
Transmisi itu diklaim berbeda dengan yang beredar di pasaran.
Advertisement
Rekomendasi