Respons Kemenkes Terkait Komentar Nirempati Nakes Terhadap Pasien Yurizal

Kemenkes menanggapi komentar nakes di unggahan mendiang Yurizal. Ada imbauan dan saluran aduan yang disampaikan. Simak penjelasannya.

Ahmad Apriyono
Oleh Ahmad Apriyono - Reporter
Respons Kemenkes Terkait Komentar Nirempati Nakes Terhadap Pasien Yurizal
Foto duka Yurizal yang diunggah pihak keluarga. (Liputan6.com/ Dok Hilperd)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyesalkan beredarnya komentar bernada tidak berempati dari sebagian tenaga kesehatan di media sosial yang menanggapi unggahan mendiang Yurizal, pasien BPJS yang sempat mengeluhkan pelayanan rumah sakit.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman merespons kasus yang viral di jagat maya. Ia dihubungi Liputan6.com pada Rabu (5/8/2026).

"Kami menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis dan tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (5/8/2026).

Keluhan 8 Jam dan Gelombang Komentar Nakes

Sebelumnya, unggahan Yurizal tentang pengalamannya menunggu delapan jam sebagai pasien BPJS di rumah sakit ramai dibahas di media sosial.

"Delapan jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal dalam unggahannya kala itu.

Sejumlah akun yang diduga tenaga kesehatan merespons dengan komentar bernada sinis. "PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? haven’t some brain cells," tulis akun @erudarahaadini.

Akun lain, @bennychrstn, menulis, "Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini,". Setelah ditelusuri warganet, pemilik akun @bennychrstn diduga merupakan alumni Fakultas Kedokteran UI.

Sementara itu, akun @1amdika menuliskan komentar yang menyebut pasien akan lebih cepat mendapatkan penanganan apabila mengalami serangan jantung sehingga langsung ditangani di instalasi gawat darurat (IGD). Komentar lain datang dari akun @nandafadyla_ yang menulis, "Bacot nih pasien."

Kemenkes Minta Dugaan Pelanggaran Disampaikan ke KKI

Aji mengimbau masyarakat menggunakan jalur resmi jika menemukan dugaan pelanggaran etik atau disiplin profesi.

"Jika masyarakat menemukan dugaan pelanggaran etik atau disiplin profesi, kami mengimbau agar disampaikan melalui mekanisme pengaduan di Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), sehingga dapat diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," kata Aji.

Ia menambahkan, empati dan komunikasi yang baik merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Pernyataan ini disampaikan menyusul ramainya tanggapan warganet atas komentar sejumlah akun yang diduga nakes di unggahan Yurizal.

Kabar Duka Yurizal Disampaikan Sepupu

Setelah komentar-komentar tersebut viral, Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka itu disampaikan sepupunya, Hilda Aprianti.

Hilda mengumumkan lelayu melalui unggahan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dan menyebut Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli.

"Selamat jalan ya, Wi. Semoga husnul khotimah. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah," tulis Hilda.

Rekomendasi