Pemakaman seorang warga dalam kasus obesitas di Sragen melibatkan tim rescue gabungan. Isnani (39), warga Kampung Mageru, Sragen Tengah, dengan berat badan hampir 300 kilogram, dimakamkan menggunakan teknik vertical rescue di TPU Mbah Balak, Plumbungan, Karangmalang, Selasa (4/8/2026).
Isnani meninggal dunia di RSUD dr Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen sekira pukul 11.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa almarhumah mengalami sesak napas dan jantung penuh air.
Keluarga menyebut ia mengeluh sesak napas selama tiga hari. Kondisinya sempat stabil saat tiba di IGD, namun kemudian menurun hingga dirawat di ICU.
Advertisement
Evakuasi dari Rumah Libatkan 15 Petugas SPGDT
Proses evakuasi Isnani dari rumah menuju ambulans melibatkan 15 petugas dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Kabupaten Sragen. Evakuasi berlangsung sekitar satu jam karena almarhumah tidak dapat berjalan dan akses kamar menuju luar rumah yang sempit.
Menurut keluarga, Isnani sudah lama tidak beraktivitas di luar rumah. Aktivitas makan sehari-hari juga dilakukan di kamar.
"Cuma di kamar saja. Kata dokter tidak ada penyakit, cuma mungkin karena obesitas jadi susah bernafas," ujar adik ipar almarhumah, Supriyanto.
Advertisement
Pemakaman Gunakan Vertical Rescue di TPU Mbah Balak
Setibanya di rumah duka, isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah. Mengingat kondisi, jenazah tidak diturunkan dari ambulans.
Proses pemakaman dilakukan sekitar pukul 17.23 WIB. Jenazah ditempatkan di peti berwarna putih dan diturunkan ke liang lahat menggunakan peralatan khusus. Ini menjadi pemakaman pertama di Sragen yang menggunakan teknik vertical rescue.
"Tim gabungan kami lebih dari 35 personel. Mereka membantu masyarakat menggunakan teknik vertical rescue. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro.
Menurut Triyono, persiapan penurunan memakan waktu sekitar dua jam. Adapun proses penurunan jenazah ke liang lahat berlangsung sekitar 20 menit. Tim gabungan yang terlibat berasal dari BPBD, Damkar, PMI, relawan, dan Sukapura Sragen.
"Vertical rescue untuk teman-teman yang bersertifikat semua tentunya, tidak sembarangan yang digunakan tekniknya," tegasnya.
Advertisement
Kronologi Keluarga di Balik Kasus Obesitas Isnani
Suami almarhumah, Enggar, menceritakan kondisi istrinya sebelum dirawat intensif di rumah sakit.
"Dari tiga hari lalu itu memang sudah sesak napas. Tapi yang paling parah kemarin. Lemas, terus dievakuasi," ujar suami almarhumah, Enggar.
"Mau dibawa ke bangsal sudah tidak sadar," cerita Enggar.