Muncul BPJS palsu, Menkes minta Dirut BPJS perbaiki

Nila menyatakan keberadaan kartu BPJS diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang sedang sakit.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Muncul BPJS palsu, Menkes minta Dirut BPJS perbaiki
Nila Moeloek. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Belum usai kasus vaksin palsu yang mengguncang dunia kesehatan Tanah Air, kini muncul Kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) palsu di Cimahi, Jawa Barat. Pria berinisial AS sudah satu tahun memalsukan kartu BPJS. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan tak akan tinggal diam. Dia mengaku telah menghubungi Dirut BPJS Fahmi Idris untuk menuntaskan kasus ini. "Ternyata kartunya itu enggak cocok sama barcodenya. Saya sudah kontak Pak Fahmi dan akan diperbaiki dong semuanya. Enggak akan ada lagi kartu palsu," kata Nila di Kantor Menko PMK, Jakarta, Selasa (26/7). Nila menyatakan keberadaan kartu BPJS diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang sedang sakit. Pemerintah, kata dia, tak akan tinggal diam untuk menolong masyarakat yang membutuhkan pertolongan. "Kami sebagai pelayan kesehatan tetap harus menolong mereka. Mengenai kartunya itu tetap jadi masalah. Kalau untuk mengobati orang sakit masa kita enggak mau sih," ujarnya. Sebelumnya, hasil pemeriksaan sementara sudah 810 kepala keluarga (KK) menjadi korban pelaku AS yang berusia 42 tahun tersebut. "Tersangka ini membuat kartu BPJS palsu sejak Juli 2015, korbannya ada 810 KK ini pengakuan tersangka," kata Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary, di Mapolresta Cimahi, Senin (25/7).Dari 810 KK, 175 kartu sudah dibuat dan disebarkan pada korban. Dia mengatakan, 810 KK itu tersebar di empat desa yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berbekalkan bendera yayasan Rumah Peduli Dhuafa (RDP), AS mengiming-imingi korban membuat BPJS abal-abal ini."Tersangka ini modusnya menawarkan bagi warga yang belum membuat BPJS, ditawarkan dengan cara kolektif," ujarnya.

Rekomendasi