Polisi buru terduga pembunuh balita menggemaskan tewas mengenaskan

jenazah balita Perempuan cantik itu, ditemukan tewas di semak-semak, berada jauh dari rumahnya.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Polisi buru terduga pembunuh balita menggemaskan tewas mengenaskan
Pelaku pembunuh balita. ©2016 Merdeka.com

Polisi tengah memburu terduga pelaku pembunuhan sadis NNA si balita cantik. Terduga Pelaku teridentifikasi bernama Zurjani, tinggal di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Foto Zurjani kini mulai tersebar di media sosial.Tidak sulit mencari foto Zurjani. Sebab, dia kerap hadir di tengah acara hajatan warga setempat. Polisi kini terus memburu terduga pelaku tersebut."Belum (ketemu). Kami masih di lapangan, masih mencari pelakunya," kata Kasat Reskrim Polres Kutai Timur, AKP Andika Dharma Sena, kepada merdeka.com, Senin (11/7) sore.Zurjani yang kerap disapa Izur itu, diketahui terlihat bersama korban saat Kamis (7/7) lalu. Tidak ada kecurigaan bagi keluarga, saat NNA dibawanya hingga akhirnya ditemukan tewas mengenaskan pada Minggu (10/7).Polisi tidak membantah bahwa beberapa foto beredar di media sosial adalah wajah Izur. "Iya benar itu foto (terduga) pelaku. Terduga pelaku berinisial Iz," ujar Andika.Tidak hanya satuan Reskrim Polres Kutai Timur, perburuan terhadap pelaku juga dilakukan tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Timur. "Iya, ada tim dari Polda Kaltim bersama Polres Kutai Timur, masih mencari pelaku mas," ungkap Andika.

Diketahui, NNA yang tinggal di desa benua baru ulu, kecamatan Sangkulirang, kabupaten Kutai Timur, dilaporkan hilang saat lebaran kedua, Kamis (7/7) lalu, sekitar pukul 11.00 WITA. Warga pun bergegas melakukan pencarian.Masih di Sangkulirang, jenazah balita perempuan cantik itu, ditemukan tewas di semak-semak, berada jauh dari rumahnya. Kondisi korban yang masih mengenakan pakaian mengenaskan. Di badan dan lengannya terluka bakar, dan tertutupi dahan pohon kelapa. Polisi menduga, korban dianiaya dan kemudian dibunuh.

Rekomendasi