Tujuh WNI saat ini masih disandera oleh kelompok militan diduga Abu Sayyaf. Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam hal ini Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan menilai tugboat Charles berlayar keluar jalur dari semestinya. Namun pernyataan berseberangan dengan keterangan perusahaan PT Rusianto Bersaudara.
"Nakhoda dalam hal ini, yang bertanggung jawab di kapal dalam merubah trek yang sudah disepakati, rute yang tidak diatur oleh Syahbandar atau pihak lain, atau rute ini yang aman," papar Komandan Lanal Balikpapan, Letkol Laut Irwan SP Siagian beberapa waktu lalu.
Dari keterangan yang didapat keenam ABK itu diketahui perubahan jalur berlayar kapal tugboat Charles keluar dari jalur aman dianggap sebagai hal biasa. "Biasanya kami begini, biasanya kami melewati (jalur) ini," beber Siagian, menirukan ucapan kru TB Charles yang selamat dari penyanderaan.
Siagian menambahkan, nakhoda Kapten Ferry Arifin memutuskan mengubah rute perjalanan pulang ke Samarinda keluar dari jalur aman, saat rute keberangkatan ke Filipina tidak disampaikan kepada kru lainnya di atas kapal.
"Mungkin karena jalurnya lebih dekat. Tapi keputusan itu, menjadikan TB Charles mengalami yang sama seperti yang dialami oleh dua tugboat sebelumnya, TB Brahma dan TB Henry," ujar Siagian.
"Seorang nakhoda, punya kode etik, sumpah. Seorang pimpinan pengambil keputusan itu tidak mudah, dia punya tanggungjawab jabatan. Kalau terjadi permasalahan, menjadi tanggungjawab nakhoda," tegasnya.
Advertisement
Sebelumnya, alasan berbeda diutarakan Public External Relation PT Rusianto Bersaudara, Taufik Rahman. Menurutnya tugboat Charles sudah berlayar di jalur aman.
"Jalur yang dilalui kapal Charles, pasti jalur aman dari kerawanan perompakan. Kita cari jalur paling aman," klaim Taufik akhir pekan kemarin.
Namun saat kembali dikonfirmasi kemarin Kamis (30/6), Taufik memberikan jawaban berbeda dan terkesan lebih berhati-hati berkomentar.
"Kami pun dengar itu, bahkan ada peta yang menunjukkan tracking TB Charles. Sampai hari ini, belum bisa kasih konfirmasi pasti tentang apakah jalurnya berubah atau tidak (saat pulang) ke Indonesia," kata Taufik.
Taufik menerangkan, saat ini dia tidak ingin pernyataannya ke masyarakat berbeda-beda di kemudian hari. Namun demikian, perusahaan akan mengklarifikasi informasi yang beredar, terkait perubahan jalur berlayar.
"Karena di internal kami, harus lakukan evaluasi. Saya tidak ingin statement saya, beda dengan besok, berbeda lagi dengan hari berikutnya," jelasnya.
"Kami koordinasikan lagi sampai pada saatnya kami klarifikasi, seperti apa yang sebenarnya terjadi," imbuh Taufik.