Terlantar tidur di becak, Pak Atim dibawa ke Panti Sosial Surabaya

Pak Atim kini berada di tempat yang layak untuk ditinggali.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Terlantar tidur di becak, Pak Atim dibawa ke Panti Sosial Surabaya
Pak Atim. ©facebook.com/ Riska Heaven

Heboh tukang becak ditelantarkan anaknya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membantu Pak Atim agar tidak lagi tinggal di jalanan. Kini, Pak Atim sudah dibawa Dinas Sosial Surabaya untuk dirawat dan diberi tempat tinggal di Panti Werdha."Pak Atim sudah dibawa subuh tadi ke panti sosial milik Dinsos," ungkap Ketua Yayasan Ansor Ramadhan, Rahmat Zainudin saat berbincang dengan merdeka.com via telepon, Senin (15/2).Tak hanya itu, anak Pak Atim juga sempat mendatangi kantor yayasannya untuk mengetahui kondisi ayahnya tersebut. Sang anak bercerita keinginannya untuk merawat dan membawanya pulang, namun kerap ditolak."Saya kaget tiba-tiba anak Pak Atim tahu yayasan saya, saya kenalan tadi pagi. Kalau Pak Atim kami ketemunya kan Jumat (12/2) kemarin. Anaknya juga cerita, dia sudah tawarkan dan berusaha untuk rawat dan sering jenguk agar pulang. Mungkin Pak Atim ini kaku atau psikologis pikiran keras," ungkapnya.Sebelumnya, Pak Atim yang merupakan warga asal Cerme, Gresik, Jawa Timur ini terpaksa hidup sebatang kara, tidurnya pun hanya beralaskan becak miliknya yang diparkirkan di pinggir jalan. Dia terpaksa hidup di jalanan karena rumahnya diambil alih oleh anaknya.Kisah miris tersebut pertama kali ditulis Riska Heaven dalam akun Facebook miliknya, Sabtu (13/2). Kini, dia memilih mencari pekerjaan di Surabaya, namun nasib membawanya menjadi tukang becak.Heboh Pak Atim jadi tukang becak karena rumahnya diambil anak membuat relawan dari Yayasan ‎Askar Ramadhan‬ datang menemuinya. Dari pertemuan mereka, terungkap anak Pak Atim kerap mendatangi becak yang juga menjadi rumah dan mengajaknya pulang."Dia menolak pulang, alasannya enggak direken atau rawat atau diperhatikan anaknya," ungkap Rahmat saat berbincang dengan merdeka.com melalui hubungan telepon, Senin (15/2).Meski begitu, kondisi kesehatan Pak Atim masih sangat baik dan bisa berbincang-bincang lancar dengan orang lain. Karena keengganannya untuk pulang ke rumah, yayasan yang dipimpinnya berencana menyewakan sebuah rumah kost sebagai tempat tinggalnya.

Rekomendasi