Klaim asuransi korban AirAsia QZ8501 baru cair 60 orang

Persoalan yang dihadapi masih pada persoalan teknis perlengkapan dokumentasi.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Klaim asuransi korban AirAsia QZ8501 baru cair 60 orang
Empati musibah AirAsia, pihak Bandara Cengkareng bagi-bagi mawar ke penumpang. ©2015 Merdeka.com

Hingga sekarang ini, jumlah penerima klaim asuransi dari kecelakaan AirAsia QZ8501 baru sekitar 60 orang. Dokumen menjadi alasan sehingga proses klaimnya masih belum tuntas.Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengungkapkan, proses terus berjalan dan tidak lama lagi akan segera tuntas. Persoalan yang dihadapi masih pada persoalan teknis perlengkapan dokumentasi."Kita bayar kalau mereka sudah lengkap semua, baru sekitar 60 orang, karena memang masih dalam proses," kata Sunu Widyatmoko di sela memberikan Guest Lecture CEO Talk Series, Leading in Turbulance and the Conpetitive Lanscape di Universitas Brawijaya Malang, Jumat (4/12).Selain itu, tuntutan hukum oleh keluarga korban diduga juga menjadi persoalan. Karena masih dalam persoalan hukum sehingga pencairannya terhambat."Kalau mereka memilih jalur hukum barangkali belum melengkapi," katanya.Pesawat AirAsia QZ8501 penerbangan dari Surabaya ke Singapura terjatuh di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014. Akibat kecelakaan tersebut 155 penumpangnya dan 7 kru pesawat meninggal dunia.Hasil investigasi KNKT diperoleh informasi bahwa pesawat sempat mengalami gangguan sebanyak empat kali sebelum terjadi kecelakaan. Selain itu ditemukan adanya kesalahan komunikasi antara pilot dan kopilot dan terjadi 23 gangguan sistem RTL. Listrik pesawat juga diketahui mati di ketinggian 20 kaki."Saya tidak mau memberikan pernyataan tentang itu. Karena itu report yang dikeluarkan oleh lembaga yang kompeten (KNKT)," ungkapnya.Sunu melihat yang terjadi adalah murni kecelakaan dan semua sudah ditangani dengan baik. Pihaknya tidak mau berpolemik lebih jauh."Benar-benar itu musibah. Tidak ada tindakan yang itu kita tahu, terus kita biarkan," tegasnya.

Rekomendasi