Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan pemerintah tidak menggunakan jasa lobi untuk mengatur pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama beberapa waktu lalu.Menurut dia, pengguna jasa lobi tersebut kemungkinan merupakan para pengusaha asing yang ingin menjalin hubungan baik dengan pemerintah Indonesia."Pemerintah pasti enggak. Jadi bisa saja mungkin pengusaha-pengusaha ingin lebih mendorong hubungan baik dengan Indonesia ya mungkin para pengusaha itu," kata JK di kantornya Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/11).Mengenai dokumen yang diungkap Dosen Ilmu Politik Asia Tenggara di School of Oriental and African Studies Londong, Michael Buehler, JK menilai tidak ada penyebutan secara jelas siapa pengguna jasa lobi tersebut. Dokumen tersebut hanya mencantumkan nama jasa lobi. "Kan di situ tidak menyebutkan. Hanya justru antara dia dengan lobbiyst lainnya. Di situ tidak ada menyebut dari mana sumbernya. Dia hanya melobi, tidak menyebut siapa-siapa di situ," ungkap JK.Mengenai sejumlah kepentingan yang mengiringi pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Obama, JK menegaskan bahwa justru negara Abang Sam itu yang memiliki kepentingan lebih besar terhadap Indonesia."Jangan Anda kira cuma kita yang berkepentingan. Amerika lebih berkepentingan ke Indonesia. Jangan menganggap kecil negeri kita ini," tegas JK. Tudingan penggunaan jasa broker dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Obama, dinilai JK hanya berupa dugaan dan sudah diklarifikasi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
JK sebut mungkin pengusaha asing yang gunakan broker dekati RI
"Pemerintah pasti enggak," kata JK.
Advertisement
Rekomendasi