Polri: Bripka H tidak pernah mengucapkan kata rasis kepada Huandra

Bripka H telah dimintai keterangan di Polda Metro Jaya.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Polri: Bripka H tidak pernah mengucapkan kata rasis kepada Huandra
Ilustrasi Polisi. ©2014 Merdeka.com

Brigadir Polisi Kepala H, anggota Polantas dituduh mengucapkan kalimat bernada rasis oleh pengendara bernama Huandra Limanau diketahui berdinas di Jakarta Barat. Huandra menyebut dirinya dimaki dengan kalimat 'Cina' di Facebook pribadinya.Menyikapi tulisan yang telah menyebar di media sosial tersebut, Kasat Lantas Polrestro Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo menjelaskan jika anak buahnya tidak pernah mengeluarkan kata tersebut. Justru Huandra sendiri yang menyebut kata 'Cina'.AKBP Ipung mengatakan, saat dimintai keterangannya di Polda Metro Jaya, Bripka H menjelaskan kronologi kejadian, Huandra yang mengendarai Nissan Grand Livina melanggar lalu lintas dengan melaju di jalur Transjakarta. Saat dihentikan dan diberi kertas tilang warna biru oleh Bripka H dan harus membayar di bank, Huandra menolaknya. Dia ingin membayar denda tilang di lokasi.Huandra yang menolak untuk membayar di bank, lanjut Ipung, dia kemudian diberikan surat tilang berwarna merah. Tidak terima, Huandra kemudian meremas surat tilang dan membuangnya. Pria berkepala plontos itu bahkan sempat menarik kerah Bripka H. "Saat surat tilang itu dibuang, anggota kita bilang, 'Pak, ini negara Indonesia, negara hukum'. Kemudian dibalas oleh pengendara, 'Lho memang saya bukan orang Indonesia, saya orang Cina?'. Jadi tidak benar orang kita bilang dia 'Cina'," ujar Ipung saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/3).Sebelumnya, Huandra dalam Facebook pribadinya menulis jika Bripka H sebagai polisi rasis. Tulisan tersebut ditulis pada Rabu (25/3). "Inilah polisi rasis, maki saya cina! Surat tilang tidak dijelaskan SIM ditahan, form biru dikosongkan. Nama petugas juga tidak diisi, SIM harus diambil di mana tidak ada info. Saya dipaksa tanda tangan, saya tolak form coklat saja dilempar ke saya. Saya uber nama petugas dan form biru, dipukul dan dimaki cina oleh polisi ini, Hardiyanto. Itulah indahnya Indonesia. Mau taat peraturan malah dipersulit, dipukul dan dicaci."

Halaman
Rekomendasi