KPK Sita 4 Moge hingga Emas Hasil Geledah Kasus Bupati Pemalang

KPK geledah 6 lokasi terkait kasus Bupati Pemalang. Sejumlah barang berharga disita, termasuk kendaraan dan logam mulia. Ini temuan awalnya.

Dimas Ramadhan Wicaksana
KPK Sita 4 Moge hingga Emas Hasil Geledah Kasus Bupati Pemalang
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah enam lokasi berbeda dalam tiga hari terkait penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (Foto: Dok. KPK)

KPK menggeledah sejumlah lokasi di Jakarta, Pemalang, Kendal, dan Purworejo dalam rentang Kamis, 30 Juli hingga Sabtu, 1 Agustus 2026. Langkah ini bagian dari penyidikan dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Dari penggeledahan, penyidik mengamankan barang berharga termasuk motor gede dan logam mulia.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan pelaksanaan penggeledahan dilakukan untuk melengkapi alat bukti tambahan. "Bahwa sejak tanggal 30 Juli sampai dengan 1 Agustus 2026, penyidik melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk melengkapi alat bukti tambahan yang dibutuhkan dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pemerasan di Kabupaten Pemalang," kata Budi, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, titik penggeledahan mencakup rumah para tersangka dan kantor yang berkaitan dengan perkara. "Lokasi yang dilakukan penggeledahan yaitu rumah para tersangka, kantor atau dinas yang terkait dengan pekerjaan tersangka dan terkait dengan perkara dimaksud, yang berlokasi di wilayah Jakarta, Pemalang, Kendal dan Purworejo," tambahnya.

Moge, Uang Tunai, dan Logam Mulia Turut Disita

Dalam operasi tersebut, penyidik menyita empat unit motor gede, satu unit mobil, uang tunai dalam mata uang rupiah maupun asing, buku tabungan, dokumen kepemilikan kendaraan, serta dokumen kepemilikan tanah dan bangunan.

Tiga unit motor gede ditemukan di salah satu rumah di Pemalang yang diduga milik Mohamad Haris, sedangkan satu unit lainnya diamankan di Purworejo. Selain kendaraan, uang tunai dari berbagai mata uang juga diamankan bersama sejumlah buku tabungan.

Selain itu, turut disita berbagai dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara, barang bukti elektronik berupa telepon seluler dan flashdisk, serta emas dan logam mulia yang ditemukan di rumah dinas Bupati Pemalang.

Sejumlah Titik di Jakarta–Jateng Digeledah KPK

KPK sebelumnya menyatakan melakukan penggeledahan di enam lokasi berbeda selama tiga hari. Titik-titik itu tersebar di empat wilayah yang berkaitan dengan para tersangka dan perkara.

Lokasi yang digeledah meliputi sebuah apartemen di Jakarta, Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang, Kompleks Kantor Bupati Pemalang, serta dua rumah pribadi di Pemalang.

Penggeledahan juga dilakukan di kediaman Setya Budi Dias Oktavianto (Dias) di Kabupaten Kendal, serta rumah Lilik Budi Suprianto di Kabupaten Purworejo.

Empat Nama Tersangka dan Perannya

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro; Setya Budi Dias Oktavianto (DIS) selaku staf administrasi KPK; Lilik Budi Suprianto (LBS) yang merupakan ayah Dias; serta Mohamad Haris (GHA), pihak swasta yang disebut sebagai orang kepercayaan bupati.

Penyidikan berjalan paralel dengan penelusuran aset dan dokumen yang diduga terkait aliran dana serta kepemilikan harta para pihak. Berbagai barang bukti yang disita akan dipilah sesuai relevansi perkara.

"Penyidik selanjutnya akan menelaah semua barang yang disita untuk mendukung penanganan perkara dimaksud," jelas Budi.

Rekomendasi