Lama tak terdengar kabarnya, novelis Fredy S tutup usia pada 24 Januari lalu. Pria asal Semarang, Jawa Tengah tersebut mengidap penyakit stroke yang sudah dideritanya sejak 2002 silam. Menurut pengakuan sang istri, Sri Suyati, penyakit yang diderita suaminya tersebut bermula saat usai syuting Jelangkung yang tayang di RCTI."Habis syuting film. Jadi dulu lagi musimnya horor. Tahun 2001 itu ada striping, bapak sudah menjadi sutradara. Kalau gak salah judulnya Jelangkung. Habis bikin Jelangkung langsung sakit," cerita Sri Suyati kepada merdeka.com di kediaman pribadinya di daerah Bintara, Bekasi Barat, Minggu (22/2) "Jadi dia pulang sudah kling-kling. Pulang langsung, jam 6 sampe rumah, mandi, tidur jam 9 gak bisa bangun udah mati separo itu. Langsung itu yang sebelah kanan. Tahun 2001 atau sekitar 2002-an lah," imbuhnya.Sri menceritakan, saat pembuatan sinetron Jelangkung dituntut untuk syuting malam. "Jadi bapak sudah kebiasaan malam, tapi karena hawanya, makannya juga sembarangan, kecapean mungkin karena dia ikut ngedit. Soalnya kalau dieditin orang dia takut gak cocok, dia memang orangnya begitu. Makanya dia kurang tidur juga capek," cerita Sri.Setelah dibawa ke rumah sakit, lanjut Sri, kondisi Fredy S mulai membaik. Kadang beberapa kali juga dibawa ke pengobatan alternatif. Namun setelah kejadian tersebut, Fredy sudah tidak bisa melakukan aktivitas lagi."Dia pengennya kerja. Dia dateng (ke lokasi syuting) 'udah pak gak boleh', tapi bapak semangatnya tinggi. Habis itu semua karya berhenti stop di situ," tutur wanita berkerudung tersebut.Penyakit stroke yang diderita Fredy S menjadikan sang novelis tidak bisa melakukan aktivitas yang normal. Bahkan, menjelang tutup usia, dia sudah sudah berkomunikasi."Stroke buat bapak bibir tertarik ke atas begini, soalnya strokenya kena di kanan. Kalau sarapan susah kan. Tapi dia masih mau jatuh-jatuh, ke sana ke sini. Pernah jatuh bangun lagi bisa, pakai tongkat dia.Nama Fredy Siswanto dikenal sebagai novelis yang aktif dalam menghasilkan karya. Dalam sebulan, penulis yang menyebut dirinya sebagai 'sastrawan kaki lima' ini mampu merampungkan tiga novel. Bahkan, pria yang di awal karirnya tercatat sebagai komikus tersebut telah menghasilkan 300 judul.Novel karya Fredy S yang kerap dicibir sebagai 'karya picisan' tidak hanya dapat diperjualbelikan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia. Novel yang masuk ke dalam kategori stensilan ini bahkan dapat ditemukan di negeri jiran seperti Malaysia hingga ke Brunei Darussalam.24 Januari 2015 lalu, Ferry tutup usia pada umur 60 tahun. Meski begitu, karya-karyanya tetap diterbitkan hingga sekarang.
12 Tahun Fredy S kena stroke, dimulai saat syuting Jelangkung
"Habis syuting film. Jadi dulu lagi musimnya horor. Tahun 2001 itu ada striping, bapak sudah menjadi sutradara."
Advertisement
Rekomendasi