Panglima TNI ngiler lihat heli Sea Hawk SH-60 milik AS

Moeldoko akan melakukan pendekatan kepada Komisi I DPR untuk mempertimbangkan alutsista baru untuk TNI.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Panglima TNI ngiler lihat heli Sea Hawk SH-60 milik AS
Gladi resik HUT TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Operasi evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 membuat banyak negara di dunia menerjunkan peralatan canggihnya ke Indonesia. Tak terkecuali Amerika Serikat, negeri Paman Sam ini membawa kapal canggih dan sebuah heli paling modern ke Indonesia.Selama mengikuti operasi, AS menerjunkan USS Sampson, kapal anti-kapal selam, dan sebuah helikopter jenis Sea Hawk SH-60 yang juga dioperasikan membawa serpihan pesawat dan jenazah AirAsia."Saya sempat ditanya di sana, bagaimana setelah melihat alutsista canggih milik AS. Terus terang, saya selaku prajurit ngiler itu lihatnya," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/1).Moeldoko menyadari, keberadaan alutsista sangat penting dalam menggelar operasi non-militer, terutama bencana dan kecelakaan. Atas alasan itu, dia ingin berupaya melakukan pendekatan kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)."Saya pikir kita TNI dikenal operasi militer perang dan selain perang. Selain perang adalah bagaimana TNI memberikan bantuan atas persoalan mendesak. Kita cukup kurang, belum jawab sepenuhnya kepentingan SAR, ini, nanti dorong pada komisi I, berpikir sama-sama dengan kita. Melengkapi perlengkapan SAR itu agar berikan dukungan baik," ungkapnya.

Rekomendasi