Hotel dan 4 rumah di Manado rusak diguncang gempa 6,3 SR

Lantai 7 Hotel Lion di Kota Manado dilaporkan rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Hotel dan 4 rumah di Manado rusak diguncang gempa 6,3 SR
Hotel dan 4 rumah di Manado rusak diguncang gempa 6,3 SR

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan BNPB terus melakukan pendataan hingga saat ini dari dampak gempa 7,3 SR yang terjadi pada Sabtu 15 November 2014 Pukul 09.31 WIB di Maluku. Sementara gempa susulan 6,3 SR yang terjadi di Manado, BPBD Sulawesi Utara telah melaporkan bahwa ada kerusakan sebagian dinding pada lantai 7 Hotel Lion di Kota Manado rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD Maluku Utara juga telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten terdampak gempa. Berdasarkan laporan dari BPBD Kota Ternate, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Kepulauan Sula, dan Halmahera Barat tidak ada korban jiwa dan kerusakan rumah dan bangunan pemerintahan akibat gempa bumi dan tsunami minor kemarin.Untuk di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang dan Biaro), Manado, diketahui ada 4 rumah rusak ringan di Kelurahan Bahoy, Kecamatan Tagulandang. Sedangkan di Kabupaten Talaud, Sangihe, Minahasa Utara, Bitung, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Minahasa Utara tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan."Kondisi masyarakat telah normal. Ada beberapa gempa susulan tetapi dirasakan tidak terlalu kuat. Hal yang sama juga disampaikan BPBD Gorontalo, tidak ada laporan kerusakan akibat gempa," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (16/11).Saat ini, lanjut Sutopo, TRC BNPB dipimpin Direktur Perbaikan Darurat BNPB, Yolak Dalimunthe, bersama TRC BPBD dan personil dari Kementerian PU, Kemensos, dan Kemenkes masih berada di Halmahera Barat mendampingi Pemda melakukan pendataan dan koordinasi dengan SKPD terkait."Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Iptek saat ini belum mampu memprediksi gempa secara pasti. Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa kita ketahui tanda-tandanya," terang Sutopo.Sutopo mengatakan, gempa dan bencana alam lainnya sebuah keniscayaan terjadi di Indonesia. Apalagi menurut catatannya, sejak tahun 1629 hingga 2014 telah terjadi 174 tsunami. Hampir 60 persen terjadi wilayah Indonesia bagian timur. Artinya ancaman di Indonesia Timur lebih tinggi dibandingkan di bagian barat karena kondisi tataran lempeng teknonik yang lebih rumit.

Rekomendasi