Jalan masih ditutup warga, GWK merugi hingga Rp 200 juta

Salah seorang karyawan memastikan kerugian berkisar hampir Rp 100 juta per-harinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jalan masih ditutup warga, GWK merugi hingga Rp 200 juta
Negosiasi warga dengan pihak GWK. ©2014 Merdeka.com

Sejak ditutupnya akses masuk wisatawan ke kawasan GWK oleh warga sejak 24 Agustus, ditafsir kerugian mencapai lebih dari 200 juta rupiah. Di hari kedua pada Senin (25/8), sejumlah karyawan yang terisolasi nampak bisa memasuki kawasan GWK. Namun, saat akan mencari makan, mereka nampak kebingungan. suasana di hari kedua, sejumlah warga masih tetap bekerja seperti biasa. "Ada kok mas jalan pintas. tetapi jalan khusus untuk karyawan," papar salah seorang karyawan di GWK.Pantauan merdeka.com nampak sejumlah karyawan duduk-duduk santai di parkiran halaman yang baru kali ini lenggang tanpa kendaraan wisatawan yang parkir seprti biasanya. bicara soal kerugian akibat dampak ditutupnya jalan oleh warga, Epivana selaku HRD Alam Sutra mengaku belum bisa memastikan. Pun demikian dirinya mengakui bahwa tentu ini berdampak secara menyeluruh terhadap oprasional. untuk per-harinya saja ditafsir lebih dari 2.000 wisatawan yang masuk dengan harga tiket Rp 50 ribu (Asing) dan Rp 25 ribu khusus tamu lokal. Salah seorang karyawan memastikan kerugian berkisar hampir Rp 100 juta per-harinya. "Hitung saja mas, kalau dua hari ini bisa dikalikan saja. rata-rata lebih dari 2.000 per-harinya wisatawan yang masuk," terangnya. sementara itu, Epivana mengaku bahwa pihak Alam Sutra sudah sangat komitmen untuk melanjutkan pembuatan Patung Wisnu dan garuda. Memang selama ini diakui masih dalam proses pembuatan. jadi masih terkesan dimutilasi. "terus dibuat patung itu. perkiraan, 2016 sudah rampung," papar Epivana.Sebelumnya pihak GWK mengadakan acara Dreamfields Festival, pesta dugem terbesar sedunia yang dihelat di Bali dan menyisakan sejumlah masalah. Hiburan bagi Partygoers berlangsung 11-17 Agustus di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Uluwatu, Bali.Untuk menikmati dugem yang berlangsung hingga matahari terbit ini kocek yang dirogoh tidak sedikit. Rata-rata budget mereka Rp 8-15 juta buat tiket, minuman, dan hotel.Namun megahnya acara ternyata tidak sebanding dengan yang diterima warga sekitar. Tak meminta 'jatah', mereka hanya ingin hak-haknya dipenuhi oleh penyelenggara. Namun hingga lewat sepekan itu tak juga terealisasi.Akhirnya warga yang kesal memblokade jalan. Sejumlah kendaraan wisatawan yang ingin masuk dihalau warga untuk balik arah lantaran jalan sudah ditutup. General Manager Garuda Wisnu Kencana Trik Wijaya berjanji akan mempertemukan dengan pihak Owner."Kami tidak bisa memutuskan sesingkat ini, mohon untuk bisa melunak. Akan segera saya sampaikan ke owner," kata Tri di hadapan warga.

Rekomendasi