Nazaruddin sebut Anas jadi ketum Demokrat karena beli suara

"Kalau enggak banyak bagi uang, enggak mungkin Mas Anas menang," kata Nazaruddin.

Aryo Putranto Saptohutomo
Nazaruddin sebut Anas jadi ketum Demokrat karena beli suara
Sidang Anas Urbaningrum. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menyebut Anas Urbaningrum berhasil menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada kongres di Bandung empat tahun silam bukan karena kemampuan berpolitik dan kharismanya. Pemilik Grup Permai itu justru mengatakan Anas melejit mengalahkan Andi Alifian Mallarangeng dan Marzuki Alie lantaran berani membeli suara perwakilan Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Daerah dengan harga tinggi."Kalau enggak banyak bagi uang, enggak mungkin Mas Anas menang. Uang yang dipegang Mas Anas besar, makanya bisa menang," kata Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang Anas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (25/8).Nazaruddin menyanggah semua kesaksian bekas tim sukses Anas, menyatakan para DPC terpikat lantaran perangai dan sikap politik Anas. Malah menurut dia, saat itu tingkat keterpilihan Anas jeblok dibanding Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie."Kalau menurut survei waktu itu, Mas Anas posisinya sudah turun. Kan kami banyak keluarkan uang, sampai USD 2 juta," ujar Nazaruddin.Menurut Nazaruddin, karena melihat elektabilitas Anas terus menurun, maka dia berani membeli suara perwakilan DPC."Waktu itu kami panggil DPC-DPC. Kami tanya mau enggak milih Mas Anas. Mereka bilang, 'Saya mau pak, tapi USD 30 ribu.' Sudah seperti itu, langsung buka angka. Makanya langsung nego dan dapatnya beda-beda, ada yang USD 30 ribu, USD 10 ribu," sambung Nazaruddin.

Rekomendasi