Cerita di balik tahanan KPK ngambek dan tak mau Salat Id

Seluruh tahanan KPK melakukan aksi boikot menolak melaksanakan kewajiban salat Id.

Pramirvan Datu Aprillatu
Cerita di balik tahanan KPK ngambek dan tak mau Salat Id
Tahanan KPK salad Ied di Rutan Cipinang. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Seluruh umat muslim di penjuru dunia menyambut datangnya hari raya Idul Fitri dengan penuh sukacita dan kegembiraan. Mengucap syukur atas datangnya hari kemenangan dilakukan dengan melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah.

Namun, hal ini tidak dilakukan oleh para tahanan korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seluruh tahanan KPK melakukan aksi boikot menolak melaksanakan kewajiban salat Id.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya, para tahanan KPK pria dijemput menggunakan mobil tahanan menuju Rutan Cipinang untuk melaksanakan Salat Id. Sedangkan tahanan perempuan dibawa ke LP Pondok Bambu. Setelah Salat Id, KPK memberikan waktu untuk kerabat mengunjungi tahanan dari pukul 10.00-12.00 WIB.

Merdeka.com mencatat fakta seputar ngambeknya para tahanan KPK di hari pertama Lebaran. Berikut paparannya.

Tahanan ngambek

Seluruh tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata memboikot salat id yang selalu digelar di Rutan Cipinang.

Kejadian diungkapkan istri Ahmad Fathanah di gedung KPK, Senin (28/7). "Tadi tidak ada (tahanan) yang salat karena aduh bagaimana ya? Tidak ada yang salat karena ngambek," kata Sefti Sanustika, istri tahanan KPK Ahmad Fathanah di gedung KPK Jakarta, Senin.

Bentuk protes karena ketatnya aturan baru

Sefti membeberkan alasan ngambeknya para tahanan KPK hingga memboikot Salat Id. Menurutnya, itu dilakukan sebagai bentuk protes karena KPK mengubah aturan soal jam kunjungan keluarga.

tahun sebelumnya KPK memberikan waktu untuk kerabat mengunjungi tahanan dari pukul 10.00-12.00 WIB. Keluarga diperbolehkan melakukan kunjungan di hari kedua Lebaran. Namun aturan tersebut diperketat tahun ini.

"Tahun justru ini lebih ketat aturannya, besok tidak bisa jenguk lagi padahal tahun kemarin bisa 2 hari. Keluarga dikasih kesempatan kumpul-kumpul, bahkan sesuai jam besuk hari Kamis, tidak bisa. Jadi baru bisa minggu depan," jelas Sefti.

Sudah disiapkan mobil tapi tak mau naik

Salah seorang petugas KPK, Achmad Muniri juga menceritakan kejadian ngambeknya tahanan KPK tadi pagi. Dari pengakuannya, para tahanan tidak mau berangkat salat padahal mobil sudah siap untuk mengantar mereka.

"Tahanan tidak mau berangkat, padahal sudah disiapin dua (mobil) elf dan 3 kendaraan kecil tapi tidak ada yang mau naik. Mobil sudah menunggu dari pukul 05.00 WIB," ujar Achmad Muniri.

Akil Mochtar mengamuk

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengamuk di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran ada anggota keluarganya yang tidak diizinkan besuk di Hari Raya Idul Fitri ini. Bahkan, Akil sempat menggebrak meja.

"Betul tadi Pak Akil marah, ngamuk, sampai gebrak meja karena merasa keluarganya tidak diizinkan untuk menjenguk, padahal, harus sesuai dengan prosedur yaitu dengan surat izin," kata petugas Rutan KPK, Setiyo Sujarwo, di Jakarta, Senin (28/7).

Rekomendasi