Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Husni Kamil Manik mengaku sudah meminta penjelasan soal pencoblosan pilpres yang kisruh di Victoria Park, Hongkong dari dua komisioner. Husni pun mengaku sudah menanyai komisoner KPU Sigit Pamungkas soal tuduhan rekaman video di youtube yang menyebutkan Sigit memperbolehkan pemilih masuk TPS asal mencoblos nomor satu."Berbaju hitam di posisi tengah kerumunan itu adalah Sigit Pamungkas yang dituduhkan sebagai pejabat KJRI. Sigit bukan KJRI," kata Husni di Jakarta, Senin (7/7).Kepada Husni, Sigit mengaku tak melakukan hal-hal yang dituduhkan. Saat itu Sigit dan komisoner KPU Juri Ardiantoro memang sedang memantau pelaksanaan pencoblosan di basis TKI Hongkong tersebut. Husni menyebut tak mungkin Sigit tak netral, apalagi di tempat yang sama ada ketua Bawaslu Muhammad yang ikut memantau. "Tuduhan terhadap yang bersangkutan tidaklah benar. hari ini mereka pulang dan akan memberi penjelasan selengkap-lengkapnya," kata dia.Husni menambahkan antusias pemilih di luar negeri membludak. Dia mengakui banyak WNI yang belum terdata karena ada yang sudah pulang, maupun baru datang. Namun semua dipersilakan datang dengan membawa paspor untuk dimasukkan ke daftar pemilih tambahan. Ternyata jumlah pemilih yang datang sangat banyak. Padahal izin di Victoria Park hanya sampai jam 17.00 waktu setempat. Akibatnya banyak pemilih yang kecewa karena belum sempat menyalurkan hak pilihnya. Husni menjamin rusuh di Hongkong bukan karena ketidaknetralan seperti yang digembor-gemborkan dalam media sosial. Dia meminta masyarakat tidak mempercayai begitu saja info-info tak jelas semacam itu.
Ketua KPU: Sigit bilang tuduhan tak netral di Hongkong tak benar
"Berbaju hitam di posisi tengah kerumunan itu adalah Sigit Pamungkas yang dituduhkan sebagai pejabat KJRI."
Rekomendasi